PejuangKantoran.com - OpenAI kembali menjadi sorotan setelah CEO-nya, Sam Altman, membuka lowongan kerja Head of Preparedness. Posisi ini punya peran penting dalam mengantisipasi dan memitigasi risiko dari perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Yang bikin lowongan ini diperbincangkan, gaji yang ditawarkan nggak main-main: lebih dari setengah juta dollar per tahun. Namun, Altman menegaskan bahwa pekerjaan ini sangat stressful.
“Anda akan langsung terjun ke bagian yang tersulit,” tulis Altman dalam unggahannya di platform X. Artinya, kandidat akan langsung menghadapi tantangan sejak hari pertama.
Baca Juga: Puas-puasin Nonton, Seluruh Film Harry Potter akan Dihapus dari Netflix Mulai Akhir 2026
Altman mengatakan, posisi Kepala Kesiapsiagaan ini sangat penting di tengah perkembangan model AI yang semakin cepat dan semakin canggih. Di satu sisi, AI mampu memberikan banyak manfaat. Di sisi lain, risiko yang muncul juga semakin nyata.
Mulai dari potensi kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, penyebaran misinformasi, penyalahgunaan AI oleh pihak tidak bertanggung jawab, hingga dampak lingkungan dan berkurangnya kendali manusia atas teknologi.
Altman juga menyoroti isu kesehatan mental.
"Dampak AI terhadap kesehatan mental sudah mulai terasa sejak 2025. Namun sekarang, kemampuan AI berkembang pesat ke arah keamanan siber; mereka kini sudah mampu mendeteksi kelemahan sistem komputer yang sangat fatal," tulisnya.
ChatGPT, yang semakin populer bagi masyarakat, banyak digunakan untuk riset kecil-kecilan, menyusun email, merencanakan perjalanan, hingga membantu pekerjaan sehari-hari.
Tidak sedikit pula yang menjadikan chatbot sebagai tempat curhat. Padahal dalam beberapa kasus, hal ini justru memperparah delusi atau perilaku berisiko.
Menyadari hal tersebut, OpenAI pada Oktober lalu bekerja sama dengan profesional kesehatan mental untuk memperbaiki respons ChatGPT terhadap pengguna dengan indikasi psikosis atau keinginan menyakiti diri.
Sejak awal, OpenAI mengembangkan AI dengan misi yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Aspek keselamatan bahkan menjadi fondasi sejak awal berdirinya.
Namun, ketika tekanan untuk merilis produk dan menghasilkan keuntungan meningkat, sejumlah mantan karyawan menilai fokus tersebut mulai bergeser.
Jan Leiki, mantan leader safety team di OpenAI, secara terbuka menyatakan bahwa budaya keselamatan mulai terpinggirkan oleh ambisi produk.
Artikel Terkait
Jangan Terlalu Percaya dengan Info dari ChatGPT saat Negosiasi Gaji, Sering Tak Sesuai Fakta!
Semua yang Perlu Diketahui tentang Car Free Night Akhir Tahun di Bundaran HI
Harga Emas Galeri24 Naik Pagi Ini, Antam Justru Turun Tipis
Rekayasa Lalu Lintas Saat Car Free Night Tahun Baru 2026 di Sudirman–Thamrin, Jakarta
Menaker Minta Perusahaan Terapkan WFA Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Tanpa Potong Cuti Tahunan
PPKPI Jakarta Buka Pendaftaran Pelatihan Bahasa Jepang Level N4 Tahun 2026, Gratis dan Berpeluang Magang ke Jepang
Bolehkah Tetap Latihan Lari Setelah Semalam Merayakan Malam Tahun Baruan? Berikut Rekomendasinya!