10 Latihan Agar Lutut Kamu Sebagai Pelari Menjadi Lebih Kuat dan Terhindar Dari Cedera

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 23 Januari 2026 | 11:40 WIB
Agar lutut kamu kuat dan terhindar cedera dalam berlari, lakukan sejumlah latihan-latihan pada otot pendukung lutut. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Agar lutut kamu kuat dan terhindar cedera dalam berlari, lakukan sejumlah latihan-latihan pada otot pendukung lutut. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.comCedera lutut adalah cedera yang paling sering dijumpai pada pegiat olah raga lari, seperti yang disampaikan dalam pubmed.ncbl.nlm.nih.gov. Prosentasenya hingga mencapai 28%, sementara pergelangan kaki hanya 26% dan tukang kering hanya 16%.

Ini wajar sebab lutut bisa menerima beban tubuh sendiri saat berlari sebesar 1 sampai 8 kali berat tubuh. Dan yang harus dipertimbangkan adalah bahwa lutut itu berperan penting dalam olah raga (termasuk lari).

Ini karena lutut berfungsi sebagai penghubung utama antara tubuh bagian atas dan bawah, sekaligus sebagai penopang beban dan pengatur gerak. Lutut itu berfungsi sebagai:

  1. Sendi penopang beban (weight-bering joint)
  2. Penghubung transfer tenaga (force transmission).
  3. Pengatur stabilitas dan arah gerak.
  4. Kunci efisiensi gerak dan performa.

Sehingga fungsi-fungsi itu membuat lutut menjadi rentan cedera saat berolah raga.

Oleh karena itu, lutut pelari wajib diperkuat dengan sejumlah latihan tertentu. Prinsip dasar latihan lutut bagi pelari adalah:

  • Lutut dilindungi oleh otot, bukan oleh sendi itu sendiri.
  • Glute (otot sekitar bokong) dan pinggul sama pentingnya dengan paha.
  • Kontrol gerak lebih penting daripada beban berat.

Baca Juga: Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya

Berikut ini latihan untuk  mendukung lutut agar kuat berdasarkan fungsi biomekanik kelompk otot:

A. Quadriceps (otot bagian paha depan, penopang utama lutut)

Berperan besar saat mendarat dan menahan beban.

1. Straight Leg Raise

  • Telentang, satu kaki lurus;
  • Angkat kedua kaki 30–45 cm, tahan 3–5 detik;
  • Lakukan 2–3 set × 10–12 repetisi

2. Wall Sit

  • Punggung menempel dinding;
  • Lutut ±60° (tidak perlu 90°);
  • Tahan 20–40 detik;
  • Lakukan 3 repetisi.

B. Hamstring (otot bagian paha depan, penyeimbang lutut)

Menstabilkan lutut saat fase ayunan dan pendaratan.

3. Hamstring Curl (tanpa alat)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, pubmed.ncbl.nlm.nih.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X