Platform Video Vimeo Mem-PHK Karyawan Globalnya usai Diakuisisi Pemilik WeTransfer

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:57 WIB
Setelah diakuisisi developer Italia Bending Spoons senilai 1,38 miliar dollar pada November lalu, Vimeo melakukan PHK massal. (Freepik/Vimeo)
Setelah diakuisisi developer Italia Bending Spoons senilai 1,38 miliar dollar pada November lalu, Vimeo melakukan PHK massal. (Freepik/Vimeo)

PejuangKantoran.com - Pionir platform video asal Amerika, Vimeo, melakukan perampingan karyawan minggu ini. Kabar tersebut diumumkan hanya beberapa bulan setelah perusahaan tersebut diakuisisi developer Italia Bending Spoons senilai 1,38 miliar dollar.

Perampingan ini merupakan gelombang PHK kedua di Vimeo sejak September lalu. Saat itu, mereka memangkas 10% karyawan tetapnya sebagai upaya agar perusahaan bisa lebih fokus dan efisien. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak Vimeo dalam laporan resmi mereka waktu itu.

Bending Spoons, yang berbasis di Milan, memiliki  perusahaan software yang pasti sudah kamu kenal produknya, seperti Evernote, Meetup, dan WeTransfer.

Baca Juga: Revalina S. Temat Akui Perannya di 'Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?' Tidak Mudah Dimainkan

Perusahaan yang didirikan pada tahun 2013 itu sangat mengandalkan strategi M&A (Merger dan Akuisisi) untuk membesarkan bisnisnya. Mereka baru saja merampungkan pembelian Vimeo pada November 2025, padahal sebulan sebelumnya juga mengumumkan akan membeli AOL senilai $1,5 miliar.

Untuk membiayai akuisisi AOL tersebut serta rencana pembelian perusahaan lainnya di masa depan, Spoons sudah meminjam dana sebesar $4 miliar pada tahun 2025.

Bending Spoons sendiri punya kebiasaan PHK massal setelah mengakuisisi perusahaan-perusahaan baru. Contohnya, mereka memecat 75% karyawan WeTransfer setelah membeli platform transfer dokumen itu.

Saat perusahaannya dibeli Bending Spoons, CEO Vimeo, Philip Moyer, sempat mengatakan bahwa Spoons sangat menghargai karyawannya dan berkomitmen untuk mengembangkan produk mereka di semua lini.

Namun Rabu (21/1/2026) lalu Derek Buitenhuis, mantan teknisi Vimeo yang sudah bekerja di sana selama 13 tahun dan ikut keluar pada November lalu, mengatakan bahwa hampir semua orang kena PHK sehari sebelumnya, termasuk seluruh tim video.

Tak lama, para staf yang terdampak PHK mengonfirmasi adanya pemangkasan besar-besaran yang kabarnya dialami oleh lebih dari 1.000 karyawan Vimeo di seluruh dunia.

Baca Juga: Hampir Setahun Tak Merilis Ponsel Android Lagi, Asus bakal Tinggalkan Lini Smartphone?

Beberapa mantan karyawan lainnya juga menyindir soal waktu kedatangan Bending Spoons. Buitenhuis malah menambahkan, “Rasanya 'nyesek’ melihat sesuatu yang kamu bangun hancur gara-gara di-Spoon-kan."

Menunggu situasi ekonomi membaik

Sejak didirikan pada 2004, Vimeo sudah berjuang memposisikan perusahaannya sebagai platform hosting video premium sebagai alternatif YouTube.

Beberapa tahun belakangan, mereka tidak hanya fokus pada jasa hosting (penyimpanan video) saja, tapi mulai merambah ke layanan perangkat lunak lain, seperti webinar dan acara daring lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: slate.com, Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X