Indonesia Peringkat Satu Negara dengan Penduduk Usia Muda yang Antusias Menyambut AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:13 WIB
Negara-negara yang penduduknya didominasi usia muda, khususnya Indonesia, lebih antusias terhadap masuknya AI. (Visual Capitalist/Iswardi Ishak )
Negara-negara yang penduduknya didominasi usia muda, khususnya Indonesia, lebih antusias terhadap masuknya AI. (Visual Capitalist/Iswardi Ishak )

PejuangKantoran.com - Indonesia boleh masuk dalam kategori negara berkembang, namun penduduknya yang didominasi usia muda ternyata excited banget soal AI. Di sisi lain, penduduk muda di negara-negara Barat malah adem ayem aja.

Hal ini bisa dilihat melalui visualisasi yang dibuat Iswardi Ishak, data researcher dari Singapura, yang membuat pertanyaan ini makin menarik.

Iswardi mengambil data 2025 dari Ipsos dan UN Population Division, yang ngeplot hubungan antara usia median penduduk suatu negara dengan optimisme terhadap AI.

Baca Juga: 9 Hal yang Tak Boleh Dilakukan saat Ditraktir Makan, No. 6 Paling Anti buat Orang yang Classy

Sekadar mengingatkan, usia median adalah nilai tengah yang membagi dua kelompok yang sama besar.

Responden ditanya, "Apakah produk dan layanan pakai AI bikin kamu excited?" Hasilnya, ada pemisahan geografis dan demografis yang jelas banget.

Negara-negara dengan populasi muda mendominasi daftar yang optimis terhadap AI.
Negara-negara dengan populasi muda mendominasi daftar yang optimis terhadap AI. (Visual Capitalist)

 

Negara-negara dengan populasi muda mendominasi daftar yang optimis terhadap AI. Indonesia juaranya, di mana 80% responden bilang excited! Peringkat kedua dan ketiganya ditempati Malaysia (75%) dan India (67%).

Negara lain seperti Meksiko, Peru, dan Afrika Selatan, yang semua usia mediannya di bawah 35, juga di atas 60%. Bahkan Turki dan Kolombia, yang populasinya agak lebih tua, juga punya excitement yang sama. Kayaknya, generasi muda melihat AI sebagai peluang besar, bukan ancaman.

Baca Juga: Akhirnya, LPDP Buka Suara atas Polemik Dwi Sasetyaningtyas yang Bangga Anaknya Jadi WNA

Tetapi, Asia punya cerita yang beda. Thailand (79%) dan Korea Selatan (69%) super antusias, meski populasinya mulai menua. Ini membantah anggapan umum bahwa generasi tua cenderung gaptek. Mungkin karena kebijakan tech-savvy dan budaya inovasi di sana.

Bandingkan dengan Jepang (usia median tertinggi di data ini) yang ternyata cuma 46% yang antusias. Jepang memang sedang struggle dengan populasi supertua, sehingga wajar kalau lebih hati-hati.

Sementara itu, negara-negara Barat kebanyakan di bawah rata-rata global. Kanada 36%, Belgia 37%, Prancis 38%. Populasinya tua, ekonominya maju, dan sikapnya cenderung skeptis.

Hal itu selaras dengan laporan Pew Research dan UNU’s MACAU Institute, di mana orang di negara maju khawatir soal otomatisasi kerja, privasi data, sampai misinformasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Visual Capitalist

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X