PejuangKantoran.com - Oktober 2025 lalu, komplotan perampok yang menyamar sebagai pekerja konstruksi mencuri delapan Permata Mahkota Prancis senilai sekitar 88 juta euro (100 juta dollar) dari Galerie d'Apollon, Louvre, di Paris, Prancis.
Perampokan berlangsung kurang dari delapan menit, di mana empat menitnya terjadi di dalam museum itu sendiri. Peristiwa tersebut menjadi pencurian benda seni pertama dari Louvre sejak lukisan Le chemin de Sèvres dicuri pada tahun 1998.
Update terbaru dari kasus pencurian tersebut, Direktur Museum Louvre Laurence des Cars mengundurkan diri pada Selasa (24/2/2026) lalu. Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, ia menerima pengunduran diri des Cars.
Baca Juga: Mengenal Lead Generation, Apa Perannya dalam Tim Sales dan Marketing dan Bagaimana Cara Kerjanya
Macron memuji keputusan des Cars sebagai tindakan tanggung jawab pada saat museum terbesar di dunia itu membutuhkan stabilitas dan dorongan baru yang kuat.
Des Cars sebelumnya telah meminta pengunduran diri kepada Menteri Kebudayaan Rachida Dati tak lama setelah pencurian benda seni itu terjadi, tetapi Dati menolak tawaran tersebut.
Tahun lalu, Des Cars mengakui bahwa infrastruktur teknis dan sistem keamanan Louvre memang sudah tertinggal jauh, bahkan tidak ada sama sekali. Padahal, Louvre membutuhkannya untuk memantau harta karun paling berharga di negara itu.
Para auditor mengkritik kebijakan museum yang membeli hingga 2.754 barang baru dalam kurun waktu delapan tahun, padahal hanya seperempatnya saja yang dipamerkan.
Biaya untuk pembelian barang-barang tersebut (termasuk renovasi ruang pamerannya) menelan investasi sebesar 167 juta dollar. Angka ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan anggaran yang dialokasikan Louvre untuk biaya perawatan, pembaruan fasilitas, serta restorasi bangunan.
Baca Juga: 4 Kategori Leads dalam Proses Lead Generation, dari yang Cuma Lihat-lihat sampai yang Niat Langganan
Aksi mogok pekerja
Pada tahun 2024, Louvre dikunjungi oleh 8,7 juta orang, di mana wisatawan dari Amerika Serikat menyumbang 13% dari semua pengunjung, nomor dua setelah Prancis.
"Presiden berterima kasih atas kerja keras dan komitmennya selama beberapa tahun terakhir. Mengingat keahlian ilmiahnya yang tidak diragukan lagi, Presiden pun memberinya kepercayaan untuk menjalankan misi dalam rangka presidensi G7 Prancis, yang fokus pada kerja sama antar-museum besar di negara-negara peserta," demikian bunyi pernyataan resmi Istana Elysée.
Pencurian benda seni di museum itu terjadi setelah terjadi serangkaian masalah di lembaga terhormat tersebut. Tahun lalu Louvre dilanda aksi mogok para pekerja mengeluhkan kerumunan yang tidak terkendali, kekurangan staf, dan kondisi kerja yang buruk.
Des Cars sendiri diketahui menjadi direktur wanita pertama Museum Louvre dalam sejarahnya yang berusia 230 tahun. Ia menerima jabatan tersebut pada September 2021.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan Suami Dwi Sasetyaningtyas akan Di-Blacklist dari Pemerintahan
Dirut TVRI Iman Brotoseno Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan
Perusahaan Teknik Telekomunikasi Elabram Systems Buka Lowongan Talent Acquisition Associate Lead
Magang di Bank Indonesia Jakarta Dibuka! Mahasiswa Bisa Intip Dunia Bank Sentral di 2026
Pendaftaran Pendamping Garuda FIFA Series 2026 Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal Pertandingannya
Pemerintah Pastikan THR PNS, TNI, Polri Cair 26 Februari 2026, Pegawai Swasta Kapan?
Langkah Kunci agar Strategi Lead Generation Kamu Berhasil dan Mendapatkan Pelanggan Setia