Jepang pertama kali merilis program specified skilled workers pada tahun 2019 sebagai solusi untuk mengatasi krisis tenaga kerja yang parah di sana. Program ini menyasar tenaga ahli di 16 bidang spesifik, termasuk perawat lansia dan konstruksi.
Mayoritas pekerja memegang visa Tipe-1, yang mengizinkan mereka tinggal di Jepang selama lima tahun. Program ini terbukti sangat diminati, jika melihat angka keseluruhannya:
Baca Juga: 4 dari 5 Karyawan Khawatir Kehilangan Pekerjaan karena Tekanan Biaya Hidup Makin Meningkat
- Akhir 2025: Ada sekitar 390.000 pekerja asing dalam program ini.
- Target 2029: Pemerintah memperkirakan jumlahnya akan melonjak jadi sekitar 820.000 orang.
Ironisnya, meski kuota untuk pekerja asing di sektor restoran sudah habis, industri lain justru masih sangat sepi peminat. Contohnya di bidang perawatan lansia (nursing care), saat ini baru terisi sekitar 68.000 orang, padahal kapasitas yang disediakan mencapai 135.000 orang.
Apakah kamu berminat mengisi sektor nursing care?
Artikel Terkait
Sering Disebut Baik untuk Kesehatan Jantung, Betulkah Jalan Kaki Bisa Membangun Otot?
Tenaga Kerja Kontrak Sebaiknya Menjalani Roadmap Finansial yang Dirancang untuk Waktu 1 - 3 Tahun Ini
10 Dampak Buruk bagi Perusahaan Ketika Tingkat Turnover Tinggi
Main Jadi Suami KDRT di Film 'Suamiku, Lukaku', Baim Wong Sempat Bikin Acha Septriasa Shock
Cara Menghapus Cache di Smartphone Android, biar Memori Nggak Penuh dan Bisa Save Data Lagi
8 Early Warning Signal pada Karyawan yang Bisa Menjadi Indikator Akan Adanya Turnover yang Wajib DIketahui HR
Belajar dari Dugaan Kasus Pelecehan Seksual oleh 16 Mahasiswa FH UI, Kita Wajib Tahu Definisi dan Kategori Pelecehan Seksual