PejuangKantoran.com - Pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara tengah melakukan perampingan besar-besaran terhadap struktur perusahaan pelat merah. Sebanyak 652 entitas BUMN ditargetkan hilang melalui proses konsolidasi atau streamlining.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan proses perampingan tersebut merupakan bagian dari transformasi untuk membuat struktur BUMN lebih sederhana, efektif, dan efisien.
“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujar Dony dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (7/8/2026).
274 Perusahaan Sudah Masuk Proses Streamlining
Program perampingan tersebut sejauh ini sudah menyasar 274 perusahaan. Prosesnya akan terus dilanjutkan hingga mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan target tersebut, jumlah entitas BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan akan dipangkas secara signifikan menjadi sekitar 250 perusahaan.
Langkah ini tidak berarti seluruh perusahaan tersebut akan berhenti beroperasi. Penyederhanaan dilakukan melalui berbagai bentuk konsolidasi dan restrukturisasi, termasuk pengurangan jumlah anak usaha serta penyederhanaan struktur bisnis.
Baca Juga: Perempuan Makin Dilirik Dunia Kerja, 65% Rekrutmen Baru VFS Global adalah Wanita
Telkom hingga Pupuk Indonesia Ikut Dipangkas
Sejumlah perusahaan pelat merah besar telah masuk dalam agenda konsolidasi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, misalnya, akan memangkas 34 anak usaha. Sementara itu, Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG) akan menyederhanakan struktur bisnisnya menjadi 12 entitas.
Penyederhanaan juga dilakukan di PT Pupuk Indonesia (Persero). Dari total 57 entitas bisnis yang berada dalam ekosistemnya, jumlah tersebut akan dikurangi menjadi 15 perusahaan.
Artinya, sebanyak 42 entitas bisnis Pupuk Indonesia akan disederhanakan melalui proses transformasi tersebut.
Baca Juga: WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Ditargetkan Membuat BUMN Lebih Efisien
Menurut pemerintah, perampingan ini merupakan bagian dari upaya membangun struktur BUMN yang lebih sehat dan kompetitif. Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit, pengelolaan perusahaan diharapkan menjadi lebih sederhana dan tidak memiliki terlalu banyak lapisan organisasi.
Transformasi tersebut juga mulai disebut memberikan dampak terhadap sejumlah perusahaan. Salah satunya Pupuk Indonesia yang mencatatkan laba Rp6,1 triliun pada enam bulan pertama 2026 setelah melakukan perubahan strategi bisnis.
Artikel Terkait
Saat Banyak Orang Mau Jadi ASN, 2.722 Pegawai Muda ASN Malah Mengundurkan Diri
Apindo: 126 Ribu Buruh Kena PHK dalam 5 Bulan, Masalahnya Bukan Sekadar Efisiensi
Saat Mati Lampu atau Listrik Padam, Lakukan 8 Langkah Ini untuk Keamanan Rumah
Waspada! Ditangkapnya Leny Agustya, Dalang Kasus Human Trafficking, Simak Tips Aman Menyaring Ajakan Kerja ke Luar Negeri agar Terhindar dari Peni
Modus Perekrutan Scammer Internasional: Kenali Ciri-Cirinya agar Tidak Menjadi Korban
Ada Kucuran Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Pemerintah, BRI bakal Makin Kencang Biayai UMKM
IDI: Dokter yang Menghina Pasien BPJS di Media Sosial Terancam Sanksi Etik
War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Resmi Dibuka, Ini Linknya untuk Dengar Pidato Prabowo Langsung di Istana Negara
WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Booming Running Club di Kota Besar, Kenapa Anak Muda Menikmati Sosialisasi di Sana