PejuangKantoran.com - Keyakinan diri penting dimiliki ketika kamu melakukan interview kerja. Namun hati-hati, ketika berbicara tentang rasa percaya diri, jangan sampai kamu terlalu percaya diri. Karena overconfidence saat interview kerja juga tidak menguntungkan.
Ketika menghadiri suatu interview kerja, kamu harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang mencerminkan kemampuan kamu untuk tampil efektif dalam pekerjaan. Namun, overconfidence saat interview kerja bisa membuat calon pemberi kerja kecewa. Jadi bagaimana sebaiknya?
Baca Juga: Contoh Jawaban Ketika Ditanya Soal Ekspektasi Gaji Saat Interview Kerja
Menyeimbangkan rasa percaya diri dengan kerendahan hati adalah kuncinya, kata pakar perekrutan Andrew Morris. Hal itu menunjukkan kamu menyadari kualitas diri kamu sesungguhnya, dan siap untuk menjalankan peran tersebut.
Jika kamu tidak yakin dengan cara kamu bersikap atau berbicara, berikut tanda-tanda overconfidence saat interview kerja yang perlu kamu hindari:
Sikap sok tahu. Interview kerja merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk posisi yang kamu lamar.
Tetapi, kamu juga perlu memperlihatkan bahwa kamu bersedia untuk terus belajar dan berkembang. Jelaskan bahwa kamu terbuka untuk menyempurnakan pengalaman, memperluas pengetahuan, atau menghadapi tantangan baru.
Baca Juga: Haruskah Memberitahu Si Bos Kalau Kamu Mau Interview Kerja di Tempat Lain?
Berbicara tanpa henti tentang diri sendiri. Ketegangan bisa sulit diatasi saat kamu menghadapi interview kerja, dan itulah salah satu alasan mengapa banyak dari kita mungkin bingung saat menjawab pertanyaan.
Namun berbicara mendahului pewawancara, mendominasinya, atau tidak mendengarkan, membuat pewawancara bisa menganggap kamu sombong atau tidak terbuka terhadap pendapat mereka.
Jika ketegangan kamu mulai mereda, coba tarik napas dalam-dalam. Tidak apa-apa kok, berhenti selama beberapa detik sebelum kamu mulai menjawab pertanyaan. Apalagi kalau kamu merasa diberi pertanyaan yang bagus. Beri waktu beberapa detik untuk berpikir, lalu menjawabnya dengan baik.
Menggunakan teknik “hard selling”. Kalau kamu pernah bekerja di divisi penjualan, mungkin kamu tergoda untuk menggunakan teknik penjualan klasik untuk mendapatkan pekerjaan itu.
Namun, pewawancara umumnya tidak suka merasa terpaksa membuat keputusan sampai mereka siap. Ingat, interview bukan ajang untuk promosi, melainkan percakapan dua arah. Jadi usahakan percakapan itu tetap terbuka dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain dan mengekspresikan rasa ingin tahu.
Baca Juga: 10 Alasan Saat Izin ke Kantor untuk Interview Kerja. Kamu Punya Alasan Lain?
Pada akhirnya, keterampilan, pengalaman, dan sikap kamu akan membantu kamu menjual diri kamu lebih dari sekadar teknik hard selling.
Artikel Terkait
Alphabet, Perusahaan Induk Google, Mem-PHK 200 Karyawan Demi Kemandirian Finansial
Batal Memerankan Roy, Bio One Merasa Kesepian Saat Syuting Film Balada Si Roy. Ada Apa, Sih?
Gajian Masih Lama Bestie, Ini Cara Atur Keuangan Biar Dompet Tetap Sehat
Tahan Jangan Beli Dulu Buat Investasi, Harga Emas Hari Ini Lagi Naik Rp7.000
Asal Mula Friday the 13th dan Misteri tentang Lantai 13 Dihilangkan dari Beberapa Gedung Hotel