Ibnu Jamil: "Event Lari Bikin Kita Punya Banyak Teman"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 25 Maret 2023 | 07:00 WIB
Ibnu Jamil di ajang Tokyo Marathon. "Lari adalah olahraga yang harus rajin dilatih," katanya. (Instagram @ibnujamilo)
Ibnu Jamil di ajang Tokyo Marathon. "Lari adalah olahraga yang harus rajin dilatih," katanya. (Instagram @ibnujamilo)

PejuangKantoran.com - Semakin banyak orang yang ingin menekuni olahraga lari, dan ini membuat Ibnu Jamil senang.

Ia membandingkannya dengan kali pertama ia mencoba olahraga ini, di mana ia kesulitan menemukan tempat yang nyaman untuk berlari. Saat itu belum banyak taman kota atau trotoar yang layak untuk dijadikan tempat berlari.

Sekarang setelah lari sudah jadi gaya hidup, berbagai aksesori fashion untuk lari kini semakin mudah ditemukan, mulai sepatu lari, jam, sampai kacamata.

Baca Juga: Nggak Nyangka, Ternyata Ini yang Bikin Ibnu Jamil Jatuh Cinta dengan Olahraga Lari

“Aksesori wajib saat lari adalah kacamata, karena itu obat ganteng! Sambil lari, kita sering foto-foto. Foto itu ritual wajib dari olahraga lari, karena bisa menyebarkan virus olahraga dan kesehatan,” ujar pemeran Tarzan di film Srimulat: Hil yang Mustahal ini.

Ia juga memperhatikan, sudah semakin banyak panitia yang mengadakan event lari, mulai dari 5K sampai marathon. Termasuk, event half-marathon seperti Lazada Run yang memberikan hadiah uang tunai cukup besar.

“Senang banget sekarang sudah banyak event lari karena saya bisa punya banyak teman dan tempat lari. Saya yakin peminat lari akan semakin meningkat.

“Istilahnya, banyak playground-nya sehingga bisa lari di mana-mana. Event lari yang hadiahnya fantastis, itu akan memacu orang untuk semakin giat berlatih,” tukas aktor 40 tahun ini.

Baca Juga: ZM Zaskia Mecca: Tren Busana Muslim untuk Lebaran 2023 Didominasi Warna-warna Berani

Walaupun kini olahraga lari sudah dianggap sebagai bagian dari gaya hidup, Ibnu tetap mengingatkan bahwa lari adalah olahraga yang harus rajin dilatih.

Kelihatannya memang mudah, tetapi jika tanpa latihan yang benar, tidak akan efektif. Bahkan sesederhana keinginan mengikuti lari 5K, jika tanpa latihan lari sedikitnya dua kali seminggu, badan akan terasa sakit.

“Bagi pemula lari, kadang baru selesai lari sebentar sudah mengeluh pegal-pegal, sakit badan, sampai kepikiran cedera. Padahal, tidak usah takut karena otot itu seperti karet.

“Kalau karet tidak pernah ditarik pasti kaku. Kalau sering ditarik, fleksibilitas semakin bagus, makin melar. Jadi, sakitnya makin lama, makin hilang. Sakit itu hanya proses adaptasi dari otot,” terang ayah tiga anak ini.

Sebaiknya, Ibnu menambahkan, para pemula berlatih lari mulai dari kecepatan yang rendah. Tak perlu memaksakan diri berlari hingga napas terengah-engah.

Baca Juga: Soraya Larasati Senang Bisa Tularkan Virus Positif Ke Keluarga Dari Kecintaannya Olahraga Lari

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X