PejuangKantoran.com - Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023 resmi berakhir pada Kamis (11/5/2023). Para pemimpin negara di Kawasan ASEAN yang turut hadir, dikabarkan sangat menikmati sisi lain dari pertemuan ini.
Selain mengagumi keindahan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tempat berlangsungnya acara yang menjadi bahan pembicaraan, para tamu negara juga memuji menu makanan yang disajikan.
Sosok di balik penentu susunan menu yang banyak mendapatkan pujian tersebut adalah Arnold Poernomo dan tim juru masaknya. Salah satu juri Masterchef Indonesia itu berkata, ini kali pertama dia berkolaborasi dengan chef lainnya.
Baca Juga: Presiden Filipina Sumringah Diajak Jokowi Naik Kapal Phinisi Saat KTT ASEAN 2023 Labuan Bajo
“Kita pertama kali berkolaborasi dengan para tim, teman-teman, chef yang sangat luar biasa ini untuk mengonsepkan menu untuk lunch dan dinner,” katanya dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Konsep dan “aturan” menu hidangan
Menurut Chef Arnold, konsep keseluruhan hidangan yang disajikan dalam KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo adalah "The Taste of Archipelago Sea". Hal ini untuk menggambarkan wilayah Indonesia yang sangat luas dan memiliki banyak sekali pulau.
“Jadi kita menyesuaikan dengan konsepnya selama KTT ASEAN Summit ini berjalan,” jelasnya.
Ada beberapa tantangan yang dimiliki oleh Chef Arnold dan tim dalam menyiapkan menu hidangan untuk makan siang dan makan malam selama acara berlangsung.
Pertama, mereka diminta untuk menyajikan seafood dengan proper. Bahkan, termasuk untuk street food yang disajikan. Semua makanan harus terlihat seperti makanan kelas atas, meskipun tidak semua yang disajikan adalah makanan “kelas atas”.
Selain itu, Chef Arnold dan tim juga memiliki prinsip untuk tidak menyajikan hidangan yang sama dua kali. Baik itu main course, makanan pembuka, hingga dessert, tidak boleh ada makanan yang mengalami pengulangan.
Baca Juga: Tips dan Trik Agar Lolos Rekrutmen Bersama BUMN, Langsung dari Sharing Pengalaman Peserta
Untuk makan siang dan makan malam konsepnya juga selalu berbeda.
“Saya sendiri dan tim sangat salut dengan Bapak (Jokowi) dan panitia itu, benar-benar mengonsepkan setiap lunch atau dinner itu tujuannya apa,” ujar Chef Arnold, yang juga menjadi tim juru masak untuk gala dinner KTT G20 di Bali, November lalu. .
Untuk makan siang yang disajikan di sela-sela meeting yang dilakukan oleh para kepala negara, hidangan yang disajikan lebih formal.
Artikel Terkait
Ini Harga Tiket Coldplay di Jakarta!
Link Resmi Daftar Rekrutmen Bersama BUMN, Jangan Tertipu!
Disebut Tak Lulus Tes Kejiwaan, Guru ASN Pangandaran Kecewa. RK dan Bu Susi Pun Turun Tangan!
Atlet Pencak Silat Safira Dwi Meilani Sempat Didiskualifikasi Sebelum Rebut Emas SEA Games Kamboja 2023
Dicuekin Kadinkes Lampung Reihana Saat di Gedung KPK, Awak Media Lempar Pertanyaan Konyol
Tora Sudiro Senang Berakting di Hello Ghost Karena Tak Perlu Menutupi Sindrom Tourette-nya