Bahwa ada karyawan yang sebelumnya sudah diperbolehkan untuk bekerja jarak jauh, hal ini bisa dievaluasi ulang berdasarkan "perubahan material dalam kebutuhan bisnis, peran, tim, struktur, atau lokasi."
Memang benar, ada manfaat yang sangat nyata untuk hadir bersama di kantor. Namun yang sering terjadi, karyawan yang tidak muncul ke kantor sering terancam kehilangan pekerjaan.
Meskipun begitu, tidak semua orang yakin dengan keputusan itu. Terutama ketika kita sudah menghabiskan tiga tahun terakhir bekerja dari rumah dan merasakan bahwa working from home sangat mungkin dilakukan.
Sulit sekali membayangkan harus mengarungi kemacetan lalu duduk di kantor setiap hari, berjam-jam.
Selain itu, tidak semua pekerjaan sama —dalam artian semuanya harus dilakukan dengan cara yang sama, atau di tempat yang sama. Apalagi, pandemi menunjukkan bahwa ada banyak peran yang bisa dilakukan dari jarak jauh.
"Tentu saja, tidak semua orang percaya, tetapi tidak diragukan lagi bahwa bekerja bersama di ruangan yang sama membuat perbedaan positif," tulis Cicconi.
"Banyak produk yang kami luncurkan di I/O dan Google Marketing Live bulan lalu disusun, dikembangkan, dan dibuat oleh tim yang bekerja berdampingan."
Kolumis teknologi dari Inc.com Jason Aten menyebut, Google memiliki hak untuk menginginkan karyawannya datang ke kantor. Namun, jika hal itu disertai dengan ancaman tentunya akan memberi kesan kurang baik.
Baca Juga: Kamu Juga Bisa Merasa Burnout Ketika Gagal Terus Saat Mencari Pekerjaan
Pada akhirnya, jika perusahaan yang baru mem-PHK lebih dari 12.000 karyawan ini harus memaksa karyawannya untuk kembali ke kantor, Aten mengatakan Google sudah kehilangan kendali atas budaya perusahaannya. Dan, itu satu hal yang tak boleh dilakukan perusahaan.
Perlu diingat bahwa budaya perusahaan bukan suatu kumpulan pernyataan atau keyakinan. Budaya perusahaan adalah cara karyawan merasa bekerja untuk perusahaan.
Jika hal yang ingin dicapai adalah membangun budaya inovasi dan hubungan di antara karyawan, Aten berpendapat ada baiknya Google mempertimbangkan bagaimana kebijakan perusahaan memengaruhi budaya tersebut.
Artikel Terkait
Ubud Food Fest, Festival Kuliner dan Pecinta Makanan Bakal Digelar Lagi
Salt Bae Burger, yang Dijuluki Restoran Terburuk di New York, Tutup
Lionel Messi Tertahan di Bandara China, Betulkah dari Beijing Messi Lanjut ke Jakarta?
Sambut Bulan Zulhijah, Ini 7 Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan di 10 Hari Pertama
Hadiri Premier Sosok Ketiga, Inara Rusli Cerita Kesibukan Jadi Brand Ambassador dan Endorsement
Al Pacino Jadi Ayah di Usia 83 Tahun, Pacar Mudanya Melahirkan Bayi Laki-laki