ejuangKantoran.com - Karyawan Google melawan keputusan perusahaan untuk menindak karyawan yang enggan kembali bekerja di kantor.
Google dinilai terus berubah pikiran mengenai aturan perusahaan, dan mempertimbangkan kembali apa yang mereka harapkan dari karyawannya.
Aturan umum di seluruh perusahaan sebelumnya adalah, karyawan harus bekerja di kantor minimal tiga hari seminggu. Namun belakangan Google meralat aturan tersebut dan memperkenalkan badge-tracking policy untuk memantau kehadiran karyawan.
Baca Juga: Selalu Gugup Saat Presentasi di Kantor? Coba Lakukan Ini untuk Menguranginya
Karyawan juga mengancam untuk mengangkat masalah kehadiran dalam worker's review, dan beralih ke saluran komunikasi internal dan Internet untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka.
Peristiwa penolakan karyawan untuk kembali bekerja di kantor ini ironis sebenarnya, mengingat saat baru memasuki pandemi justru Google salah satu perusahaan pertama yang mengharuskan karyawan untuk bekerja dari rumah atau working from home.
Beberapa bulan setelah pandemi, Google pula yang pertama memberitahu karyawan bahwa mereka bisa tetap bekerja dari rumah tanpa batas waktu.
Belakangan, ketika berbagai perusahaan mulai meminta karyawan kembali bekerja di kantor seiring melandainya kasus Covid-19, Google memperkenalkan sistem hybrid yang dinilai paling fleksibel.
Setelah pandemi berakhir, mau tak mau Google —seperti banyak perusahaan lainnya— berusaha membuat semua orang kembali ke kantor. Secara teknis, Google mulai mewajibkan karyawan untuk bekerja di kantor tiga hari seminggu pada April 2022.
Namun, sepertinya aturan itu hanya dianggap imbauan karena banyak karyawan yang tidak begitu tertarik untuk bekerja di kantor lagi.
Sejak itu, Google sudah mencoba berbagai insentif berbeda untuk merayu karyawan kembali ke kantor. Namun, berbagai fasilitas yang disediakan di kantor rupanya tidak cukup ampuh membuat karyawan mematuhi aturan.
Alhasil, perusahaan sekarang mencoba taktik yang berbeda: mulai menghukum karyawan yang tidak mengikuti kebijakan tersebut.
Menurut memo dari Kepala Staf Fiona Cicconi, Google akan mempertimbangkan apakah karyawan yang mematuhi persyaratan tiga hari per minggu sebagai bagian dari tinjauan kinerja mereka.
Perusahaan juga akan mulai mengirimkan peringatan kepada pekerja "yang terus-menerus absen dari kantor".
Baca Juga: Siap-siap Ujian, Ini Situs Latihan Tes BUMN
Artikel Terkait
Ubud Food Fest, Festival Kuliner dan Pecinta Makanan Bakal Digelar Lagi
Salt Bae Burger, yang Dijuluki Restoran Terburuk di New York, Tutup
Lionel Messi Tertahan di Bandara China, Betulkah dari Beijing Messi Lanjut ke Jakarta?
Sambut Bulan Zulhijah, Ini 7 Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan di 10 Hari Pertama
Hadiri Premier Sosok Ketiga, Inara Rusli Cerita Kesibukan Jadi Brand Ambassador dan Endorsement
Al Pacino Jadi Ayah di Usia 83 Tahun, Pacar Mudanya Melahirkan Bayi Laki-laki