PejuangKantoran.com - Setelah beberapa waktu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya si kembar penipu iPhone, Rihana dan Rihani, berhasil ditangkap oleh polisi.
Sempat dikira kabur ke luar kota dan bahkan ke luar negeri, si kembar penipu iPhone itu ditangkap di sebuah apartemen di kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan.
"Rihana dan Rihani baru saja ditangkap di M Town Residence Gading Serpong oleh tim Resmob Polda Metro Jaya," kata Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Selasa (4/7/2023).
Saat ditangkap, Rihana yang memakai baju merah muda dan Rihani yang mengenakan baju biru garis-garis terlihat santai. Bahkan, saat diinterogasi penyidik, si kembar penipu iPhone murah itu masih bisa tersenyum.
Baca Juga: Mario Dandy Jadi Tersangka Kasus Pencabulan AG, Ayah David: Selamat Membusuk di Penjara
Sempat melarikan diri ke berbagai kota
Meski polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai penangkapan Rihana dan Rihani, tetapi akun Twitter Mazzini, @mazzini_gsp, sudah memberikan beberapa bocoran mengenai kisah pelarian Rihana dan Rihani.
Dari tweet-nya, Mazzini mengatakan bahwa sebelum tertangkap di Tangerang, dua perempuan kelahiran 1989 ini sempat kabur ke Cilegon, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.
Namun, karena merasa lelah terus-menerus kabur, akhirnya keduanya memutuskan kembali ke Tangerang. Keduanya juga tidak bisa ke luar negeri karena sudah di-blacklist oleh pihak imigrasi.
Mengenai lamanya waktu yang dibutuhkan polisi untuk menangkap kembar penipu itu, Mazzini bilang, “Rihana Rihani tukang tipu dari 2009 jadi ngerti cara kabur.”
Misalnya, mereka selalu mengambil uang tunai, bukan lewat rekening. Lalu, saat bepergian, mereka menggunakan mobil, bukan pesawat.
Saat menyeberang ke Bali dengan kapal, kabarnya Rihana dan Rihani menggunakan identitas supir sehingga tidak terlacak pihak pelabuhan.
Lalu, keduanya juga selalu mengganti nomor ponsel, yang juga terus diganti sehingga IMEI-nya tidak terlacak.
“(...) karena memang kebiasaan Rihana Rihani ambil uang cash terus tiba-tiba rekening diblokir PPATK yg transaksi di dalamnya Rp. 86 M. Nah keabisan duit ini anak dua, akhirnya bisa ketangkap,” menurut Mazzini.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan di Prancis, Ajeng Kamaratih Berikan Tips Jika Kamu Berniat Mengunjungi Paris
Artikel Terkait
Catatan Si Boy Versi Baru dan Relatable bagi Gen Z, Bakal Tayang 17 Agustus 2023
Oka Antara: "Jaga Komitmen Pernikahan Itu Gampang-Gampang Susah"
Ini 3 Manfaat Mengambil Gelar Master dengan Beasiswa Chevening untuk Karier Kamu
Sinopsis Revenant, Drakor Horor Misteri yang Ratingnya Paling Tinggi di Korea Saat Ini
Jabatan Naik tapi Gaji Nggak Ikut Naik, Sebaiknya Diterima atau Ditolak?
Lowongan GA Section Head di RS EMC Alam Sutera, Bisa Juga buat yang Pengalaman di GA Hotel