Pemerintah dan DPR RI sepakat diperlukan penguatan kesiapsiagaan prabencana dan penanggulangan secara terkoordinasi dengan menyiapkan tenaga kesehatan yang sewaktu-waktu diperlukan dapat dimobilisasi saat terjadi bencana.
Dari pembiayaan yang tidak efisien menjadi transparan dan efektif
Pemerintah dengan DPR RI sepakat untuk menerapkan penganggaran berbasis kinerja.
Hal ini mengacu pada program kesehatan nasional yang dituangkan dalam rencana induk bidang kesehatan, yang menjadi pedoman jelas bagi pemerintah dan pemerintah daerah.
Dari tenaga kesehatan yang kurang menjadi cukup dan merata
Pemerintah dengan DPR RI sepakat diperlukan percepatan produksi dan pemerataan jumlah dokter spesialis melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.
Dari perizinan yang rumit dan lama menjadi cepat, mudah dan sederhana
Pemerintah dengan DPR RI sepakat diperlukan penyederhanaan proses perizinan melalui penerbitan STR yang berlaku seumur hidup dengan kualitas yang terjaga.
Dari tenaga kesehatan yang rentan dikriminalisasi menjadi dilindungi secara khusus
Pemerintah dengan DPR RI sepakat bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan memerlukan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya, baik dari tindak kekerasan, pelecehan, maupun perundungan.
Secara khusus, bagi tenaga medis yang diduga melakukan tindakan pidana dan perdata dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan harus melalui pemeriksaan majelis terlebih dahulu.
Baca Juga: 5 Fakta tentang Tol Cisumdawu yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi, Punya Terowongan Kembar!
Dari sistem informasi yang terfragmentasi menjadi terintegrasi
Pemerintah dengan DPR RI sepakat diperlukan integrasi berbagai sistem informasi kesehatan ke sistem informasi kesehatan nasional yang akan memudahkan setiap orang untuk mengakses data kesehatan yang dimilikinya tanpa mengurangi jaminan perlindungan data individu.
Dari teknologi kesehatan yang tertinggal menjadi terdepan
Pemerintah dengan DPR RI sepakat perlu adanya akselerasi pemanfaatan teknologi biomedis untuk pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kedokteran presisi.
Artikel Terkait
Ngaku Fanboy-nya Sosok Boy, Angga Yunanda Merasa Ada Tekanan Memainkan Tokoh Utama Catatan Si Boy
Tips untuk Kamu yang Ingin Kembali Bekerja Setelah Lama Jadi Ibu Rumah Tangga Biar Nggak Kagok!
Bagaimana Cara Menghadapi Bullying di Kantor? Perusahaan Juga Tak Boleh Tinggal Diam
Kamu Bisa Beli Kacamata Pakai BPJS Kesehatan, Lho! Cara Klaimnya Mudah, Nilai Subsidi Cukup Besar
Berperan sebagai Surrogate Mother di Dear Jo, Ini Kata Anggika Bolsterli Soal Jadi Ibu Pengganti
Bandara Kertajati Diharapkan “Hidup” Lagi Setelah Tol Cisumdawu Diresmikan
Kuasa Hukum Minta Mario Dandy Diperiksa Psikiater, Pengacara David: “Sudah Terbaca Semua”