PejuangKantoran.com - Penulis Prancis kelahiran Ceko, Milan Kundera, yang terkenal karena mahakaryanya The Unbearable Lightness of Being, meninggal dunia pada usia 94 tahun.
"Saya dapat memastikan bahwa Mr. Milan Kundera meninggal dunia kemarin (Selasa, 11 Juli 2023) setelah sakit berkepanjangan," kata Anna Mrazova, juru bicara perpustakaan di kota asalnya, Brno, seperti dikutip CzechTV.
"Dia meninggal di rumah, di apartemennya di Paris," tambahnya.
Lahir pada 1 April 1929 di kota Brno, Ceko, Milan Kundera belajar di Praha. Dia lalu pindah ke Prancis pada tahun 1975 setelah dikucilkan karena mengkritik invasi Uni Soviet ke Cekoslowakia tahun 1968.
Baca Juga: Pelantun OST Mulan Coco Lee Meninggal Dunia, Usai Koma Akibat Percobaan Bunuh Diri
Kehilangan kewarganegaraan
Terkenal karena novel-novelnya yang muram, Milan Kundera mendapat pujian atas keahliannya dalam menggambarkan tema dan karakter yang dengan mulus mengaburkan batas antara realitas biasa kehidupan sehari-hari dan ranah ide yang mendalam.
Karya-karyanya menandai perjalanan pribadinya, setelah mengalami kehilangan kewarganegaraan Ceko sebagai akibat dari pandangannya yang berbeda.
Dia menerjemahkan karya penyair Prancis Guillaume Apollinaire dan menulis puisi serta cerita pendek. Milan Kundera juga mengajar di sekolah film, di mana murid-muridnya kelak menjadi orang terkenal, termasuk sutradara pemenang Oscar Milos Forman.
Pada tahun 1967, Milan Kundera mencapai terobosan signifikan dengan penerbitan novelnya, The Joke. Novel ini menyelidiki kisah seorang pemuda yang menghadapi pengusiran dari universitas dan Partai Komunis akibat dari lelucon yang polos.
Novel Kundera yang terkenal, The Unbearable Lightness of Being, dibuka dengan memilukan di mana tank-tank Soviet menggelinding di Praha, ibu kota Ceko, yang merupakan rumahnya sebelum ia pindah ke Prancis pada tahun 1975.
Novel yang dirilis pada 1984 itu mengisahkan Tomas, ahli bedah pembangkang dari Praha, ke pengasingannya di Jenewa dan kembali ke rumah lagi. Karena penolakannya untuk tunduk pada rezim Komunis, Tomas dipaksa menjadi pencuci jendela.
Baca Juga: BTS Beberkan Pengalaman Di-bully pada Awal Karir, Apa Tips Agar Pulih dari Trauma Bullying?
Tomas akhirnya menjalani hari-hari terakhirnya di pedesaan bersama istrinya, Tereza. Hidup mereka menjadi lebih seperti mimpi dan lebih nyata seiring berlalunya hari.
Novel ini menyatukan tema cinta dan pengasingan, politik, dan kedalaman pribadi, sehingga mendapat pujian kritis, membuatnya mendapatkan banyak pembaca di antara orang Barat yang memeluk subversi anti-Soviet, dan erotisme yang terjalin melalui banyak karyanya.
Artikel Terkait
Berperan sebagai Surrogate Mother di Dear Jo, Ini Kata Anggika Bolsterli Soal Jadi Ibu Pengganti
5 Fakta tentang Tol Cisumdawu yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi, Punya Terowongan Kembar!
Bandara Kertajati Diharapkan “Hidup” Lagi Setelah Tol Cisumdawu Diresmikan
Kuasa Hukum Minta Mario Dandy Diperiksa Psikiater, Pengacara David: “Sudah Terbaca Semua”
Pemerintah Resmi Sahkan RUU Kesehatan Jadi Undang-Undang, IDI Berencana Ajukan Judicial Review
Sejumlah Aspek yang Disempurnakan dalam UU Kesehatan, Agar Pasien Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri