Bahkan Zoom Meminta Karyawan untuk Kembali Bekerja di Kantor, Setidaknya 2 Kali Seminggu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 14 Agustus 2023 | 07:00 WIB
Zoom meminta karyawan yang tinggal dalam radius 80 kilometer dari kantor untuk kembali bekerja secara tatap muka. (The Guardian)
Zoom meminta karyawan yang tinggal dalam radius 80 kilometer dari kantor untuk kembali bekerja secara tatap muka. (The Guardian)

PejuangKantoran.com - Kalimat-kalimat seperti ini pasti sering kamu dengar dalam setahun pertama masa pandemi.

“Bisa tolong bikinin Zoom meeting buat besok pagi?”

“Pak, ditunggu Zoom jam 17.00, ya.”

"Sori, lagi Zooming. Bisa atur lain waktu?"

“Kayaknya aku sudah mulai kena Zoom fatigue, nih.”

Baca Juga: Zoom Mem-PHK 1.300 Karyawan, CEO Eric Yuan Putuskan Memotong Gajinya Hingga 98%

Zoom, pionir konferensi video ini, mengalami perkembangan eksplosif pada tahun 2020 ketika jutaan orang mulai bekerja dari rumah. Zoom juga merupakan bagian dari shift kerja jarak jauh, ketika sebagian besar karyawan diizinkan untuk working from home (WFH).

Pendiri dan CEO Zoom Eric Yuan sudah menjadi miliarder sebelum Covid-19, ketika membuat Zoom menjadi publik pada April 2019. Ia membuat investor terkesan dengan kombinasi dari pertumbuhan yang cepat dan profitabilitas.

Penggunaan Zoom yang masif membuat Eric Yuan menjadi salah satu dari 100 orang terkaya di dunia pada akhir 2020. Saham Zoom-nya bernilai hampir 17 miliar dollar, menurut FactSet.

Sistem hybrid terstruktur

Tetapi sekarang, seperti perusahaan teknologi lain yang mendorong karyawan kembali ke kantor, Zoom juga meminta 7.400 karyawannya untuk mulai hadir di kantor.

Aturan ini ditetapkan bagi karyawan Zoom yang tinggal dalam radius 80 kilometer dari kantor, untuk bekerja di lokasi dua hari seminggu.

Perusahaan ini akhirnya memutuskan bahwa "pendekatan hybrid terstruktur" adalah sistem paling efektif untuk Zoom.

Baca Juga: Tidak Gratis, ASN yang Pindah ke IKN Tetap Harus Bayar Sewa Rumah Dinas yang Ditempati

Kebijakan baru, yang akan diberlakukan pada Agustus dan September, pertama kali dilaporkan oleh New York Times. Kebijakan tersebut merupakan tanggapan CEO Zoom Eric Yuan terhadap karyawan yang tidak senang dengan kebijakan kembali ke kantor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: New York Times, CBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X