Google Kembali Ingatkan Akan Mulai Menghapus Akun Gmail yang Sudah Tidak Aktif per 1 Desember

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 21 Agustus 2023 | 20:39 WIB
Ilustrasi: Google akan menghapus akun-akun yang sudah tidak aktif selama dua tahun. (Pexels/Czapp Arpad)
Ilustrasi: Google akan menghapus akun-akun yang sudah tidak aktif selama dua tahun. (Pexels/Czapp Arpad)

PejuangKantoran.com - Sabtu (19/8/2023) lalu, Google kembali memperingatkan pelanggan bahwa mereka akan mulai menghapus akun Google yang tidak aktif pada 1 Desember 2023.

Perusahaan hanya akan memberlakukan aturan ini untuk akun yang sudah lama tidak digunakan, atau tidak sign in dalam dua tahun.

Namun, pertama-tama mereka akan memberi tahu pengguna bahwa akunnya memenuhi syarat untuk dihapus.

Baca Juga: Mantan HRD Google Sebut Ada Satu Hal yang Harus Dilakukan Setelah Melamar Pekerjaan

"Jika akun Anda dianggap tidak aktif, kami akan mengirimkan beberapa email pengingat dan email pemulihan (jika ada) sebelum kami mengambil tindakan apa pun, atau menghapus konten akun apa pun,” tulis email yang ditulis Google kepada penggunanya.

Email pengingat seperti di atas akan keluar setidaknya delapan bulan sebelumnya tindakan apa pun diambil pada akun lamamu.

Setelah akun Google dihapus, alamat Gmail terkait tidak akan memenuhi syarat untuk digunakan dalam membuat akun Google baru.

Cara termudah untuk menjaga akun Google tetap aktif adalah dengan sign in setidaknya setiap dua tahun sekali. Jika kamu tetap mengakses akun Google dalam dua tahun terakhir, akun akan dianggap aktif dan tidak akan dihapus.

Baca Juga: Google Warning: Akun Gmail dan Google Photos Tidak Aktif Akan Dihapus Mulai Desember 2023

Mencegah penyalahgunaan

Perusahaan ini pertama kali memperingatkan pelanggan bahwa mereka mengubah kebijakan akun tidak aktif pada Mei 2023.

Saat itu, Ruth Kricheli, Wakil Presiden Google untuk Manajemen Produk, mengatakan bahwa periode tidak aktif yang diperpanjang dapat mengindikasikan bahwa akun telah disusupi.

"Ini karena akun yang terlupakan atau tidak dijaga sering kali mengandalkan kata sandi lama, atau yang digunakan kembali yang mungkin telah disusupi, belum mengatur dua faktor otentikasi, dan menerima lebih sedikit pemeriksaan keamanan oleh pengguna," katanya.

Selain itu, Ruth juga mengatakan bahwa analisis internal Google menunjukkan bahwa akun yang ditinggalkan, setidaknya 10x lebih kecil kemungkinannya menyiapkan verifikasi dua langkah yang diminta, jika dibandingkan dengan akun yang masih aktif.

Jika sudah disusupi, pelaku dapat menggunakan akun Google untuk berbagai tujuan jahat, mulai dari pencurian identitas hingga pengiriman email spam atau phishing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Today, Bleeping Computer

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X