PejuangKantoran.com - Hati-hati saat membeli mobil lewat internet, khususnya lewat media sosial seperti Facebook. Jangan sampai nasib kamu seperti AAS yang melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penipuan.
Ia melakukan pelaporan pada Selasa (13/9/2023) karena merasa dirinya ditipu setelah melakukan pembelian mobil Toyota Hilux di Facebook. Parahnya lagi, orang yang menipu AAS tidak berada di Jakarta, melainkan di Palembang.
Seorang laki-laki berinisial DSP yang diduga menipu AAS akhirnya berhasil ditangkap oleh Polisi Resor Kota Besar Palembang, di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (17/9/2023).
Baca Juga: Tragis, Korban Pinjol Dipecat dari Kantor dan Bunuh Diri karena Diteror oleh Debt Collector
Menurut Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan Komisaris Henrikus Yossi, pelaku ternyata tidak memiliki kendaraan tersebut.
"Toyota Hilux yang di-posting pelaku di akun Facebook-nya merupakan barang jualan orang lain. Dia juga menemukannya di media sosial," kata Yossi saat jumpa pers pada Rabu (20/9/2023).
Modus DSP melakukan penipuan
Awal mula DPS memulai modus penipuannya adalah saat melihat unggahan seseorang di Facebook yang menjual mobil Toyota Hilux pada 10 September 2023 di Facebook. Ia kemudian mem-posting hal yang sama di Facebook pribadinya sehari setelahnya.
Sebelumnya, ia telah menghubungi si pemilik mobil yang asli dan berpura-pura tertarik membeli, lalu meminta foto surat-suratnya secara lengkap. Jadi, DSP memiliki foto semua surat sehingga terlihat lebih meyakinkan.
Tak lama setelah DSP mem-posting mobil fiktifnya itu, korban AAS kemudian menghubungi pelaku dan hendak membelinya. Menurut DSP, salah satu alasan mobilnya cepat mendapatkan calon pembeli adalah harganya yang murah.
Baca Juga: Wabah Virus Nipah Merebak di India, Bagaimana Cara Penularannya dan Apa Gejalanya?
DSP memang memasang harga mobil tersebut di bawah pasaran. Seharusnya, harga Toyota Hilux di pasaran paling murah Rp150 juta. Namun, DSP menjualnya dengan harga yang lebih murah.
"Pelaku memasang harga Rp135 juta. Padahal, secara pasaran, harganya di atas itu seharusnya," jelas Yossi.
Karena merasa harganya cocok dan surat-suratnya lengkap, AAS memutuskan untuk membeli mobil tersebut, yang membuat DSP berhasil mendapatkan keuntungan sebesar Rp110 juta.
Uang dipakai untuk beli iPhone dan Samsung