Bahkan, 25% karyawan menganggap rapat kerja sebagai bagian paling mengganggu dari hari kerja mereka.
Perbedaan generasi dalam pendekatan kerja
Selain itu, laporan juga menyoroti perbedaan dalam pendekatan kerja di antara generasi dan gender yang berbeda dalam menentukan prioritas kerja.
Milenial cenderung menebak apa prioritas yang harus dilakukan (49%) karena tidak adanya panduan yang jelas, sedangkan karyawan Gen Z lebih suka berkomunikasi dengan rekan kerja (55%) untuk memastikan prioritas kerja.
Selain itu, 45% laki-laki dan 43% perempuan lebih memilih untuk berkomunikasi dengan rekan kerja atau secara mandiri untuk memilih tugas berdasarkan prioritas.
Dean menekankan pentingnya menyelaraskan tujuan tim dengan tujuan organisasi yang lebih luas.
Setelah karyawan merasa lebih jelas tentang prioritas kerjanya dan hasil yang diharapkan, para pemimpin dapat memastikan bahwa tugas yang tepat diselesaikan dengan segera. Hal ini pada akhirnya akan mendorong kesuksesan bisnis.
"Di mana karyawan menghabiskan waktu mereka adalah di mana prioritas mereka berada. Namun, ini sering tidak sejalan dengan pemimpin mereka dan tujuan perusahaan yang lebih besar,” ujar Dean.
Padahal, setelah tim selaras pada tujuan dan sasaran, karyawan akan lebih jelas tentang prioritas kerja dan hasil yang diharapkan.
“Jadi, para pemimpin dapat memiliki ketenangan pikiran bahwa hal yang benar sedang dilakukan pada waktu yang tepat. Inilah yang akan mendorong hasil bisnis," tegasnya. (Elga Windasari)