Tema ini ditujukan untuk menggugah semangat bersama untuk memuliakan PMI sebagai pahlawan devisa.
“Pekerja Migran Indonesia memiliki keberanian untuk berjuang demi keluarga, bangsa dan negara, mereka dipersiapkan dengan pelatihan sehingga memiliki kompetensi untuk merebut peluang kerja di luar negeri,” tuturnya.
Ketahanan dan tekad mereka dalam menghadapi kesulitan inilah yang membuat mereka layak diapresiasi, dan Hari Migran Internasional menjadi penting untuk diperingati.
Hak-hak migran internasional harus dilindungi
Oleh karena itu PBB mengajak semua orang untuk mengakui keberanian para pekerja migran dalam memulai hal yang baru, beradaptasi dengan lingkungan yang asing, dan mengatasi rintangan yang dihadapi menuju integrasi.
Sangat penting untuk menghilangkan mitos dan stereotip yang melekat pada persepsi negatif migran internasional.
Hari Migran Internasional memberikan kesempatan untuk menyoroti kisah-kisah individu para pekerja migran, menunjukkan bakat, keterampilan, dan kontribusi mereka kepada masyarakat tempat mereka bergabung.
Dengan mengakui para migran ini, semua orang dapat menumbuhkan empati dan pengertian sehingga dapat menumbuhkan dunia yang lebih inklusif dan penuh kasih.
Baca Juga: Cara Menghitung Tarif Pajak Baru untuk Freelancer yang Berlaku di 2024
Pemerintah, organisasi, dan setiap individu harus bekerja sama untuk menciptakan kebijakan dan praktik yang menjamin perlakuan yang adil dan adil terhadap pekerja migran, terlepas dari status mereka.
Semua ini termasuk akses ke pendidikan, perawatan kesehatan, dan kesempatan kerja, serta perlindungan terhadap diskriminasi dan eksploitasi.
Dengan membina lingkungan inklusi dan pemahaman, maka dunia akan berkontribusi agar para migran tidak hanya disambut, tetapi juga dirayakan karena perspektif dan pengalaman unik yang mereka bawa. (Elga Windasari)