PejuangKantoran.com - Natal mestinya menempatkan Bethlehem atau Betlehem di tempat terhormat.
Kota Bethlehem atau Betlehem seturut ritus Kekristenan adalah kota tempat kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat Dunia.
Dalam kepercayaan Kristiani, Bethlehem atau Betlehem adalah saksi bisu lahirnya Yesus di kandang domba.
Kelahiran Yesus di Bethlehem atau Betlehem, secara tradisi Kristen turun-temurun penuh dengan sambutan sukacita.
Sambutan sukacita itu menjadi tradisi maupun ritus turun-temurun sinar lampu-lampu dan pohon Natal.
Di masa modern, ritual itu dipusatkan di Manger Square, Kota Bethlehem.
"Ada juga parade gadis-gadis memakai jilbab," sebut pastor asal Indonesia Melanius Sesar Jordan OFM dalam sebuah cuplikan video viral.
Akan tetapi, pada Natal 2023, semua keceriaan tradisi turun-temurun itu pupus bahkan sirna.
Biang keladinya adalah perang Israel melawan Hamas sejak 7 Oktober 2023.
Perang itu membawa banyak korban.
Termasuk di Bethlehem atau Betlehem, perang itu memadamkan segala keceriaan Natal.
"Dengan kerusakan kota, ketiadaan festival lampu dan pohon Natal, Bethlehem sudah seperti kota hantu," kata Bruder John Vinh OFM sebagaimana laporan Associated Press edisi 24 Desember 2023.
Sudah jatuh tertimpa tangga