Penggunaan AI generatif, khususnya pada Performance Max, tidak hanya menjanjikan peningkatan kemampuan tetapi juga berpotensi menyebabkan perpindahan pekerjaan dan restrukturisasi tenaga kerja secara besar-besaran.
Masih menurut The Information, semakin banyak pengiklan yang kemudian mengadopsi Performance Max. Hal inilah yang menghilangkan kebutuhan akan karyawan yang berspesialisasi dalam menjual iklan untuk layanan Google tertentu, seperti YouTube, Penelusuran, Display, Discover, Gmail, dan Maps.
Baca Juga: Visa Hallyu, Korea Selatan Buat Visa Khusus Buat Pencinta KPop: Bisa Tinggal di Korea Dua Tahun!
Lebih lanjut, inisiatif atas penggunaan AI generatif itu merupakan bagian dari narasi yang lebih luas: hal ini menandai peralihan Google yang lebih luas menuju entitas generatif yang berfokus pada AI.
Transisi ini bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam peran dan fungsi karyawan. Tidak heran jika kemudian transformasi tersebut dikait-kaitkan dengan potensi terjadinya PHK.
Google pun bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan PHK massal akibat penggunaan AI. Microsoft baru-baru ini mengumumkan telah memangkas 10.000 pekerjaan untuk beradaptasi dengan perubahan pengeluaran cloud computing.
Selain itu, ada pula Duolingo, platform pembelajaran bahasa terkemuka, yang juga memilih menggunakan AI ketimbang penerjemah manusia.