PejuangKantoran.com - Google kembali melakukan restrukturisasi besar-besaran. Setelah September 2023 lalu mem-PHK ratusan karyawan dari departemen perekrutan, awal 2024 Google berencana memberhentikan 30.000 karyawan di unit ad sales (penjualan iklan).
Ironisnya, menurut laporan The Information, rencana Google memberhentikan 30.000 karyawan ini justru merupakan dampak kemajuan terbaru perusahaan teknologi tersebut dalam mengembangkan AI.
Padahal ketika pada awal Januari 2023 ada sekitar 12.000 karyawan yang di-PHK, saat itu Google sudah menyebutnya sebagai PHK terbesar dalam sejarah perusahaan.
Baca Juga: Zenius Tutup, Warganet Menjerit: Please Gak Rela Zenius Berhenti!
Kini, rencana Google memberhentikan 30.000 karyawan tentunya menjadi catatan baru bagi perusahaan yang didirikan tahun 1998 itu.
Kabar restrukturisasi unit penjualan iklan tersebut diumumkan secara internal oleh presiden Google untuk Amerika dan Mitra Global, Sean Downey, pekan lalu. Tetapi, pihak pimpinan tidak mengatakan apakah reorganisasi tersebut akan menimbulkan PHK lagi.
CEO Google Sundar Pichai menanggapi pertanyaan karyawan mengenai dampak dari pemberhentian 12.000 karyawan tersebut dengan mengatakan bahwa itu salah satu keputusan tersulit bagi perusahaan.
"Di Google, kami belum pernah mengalami momen seperti itu selama 25 tahun,” katanya, sambil menambahkan bahwa keputusan itu “sulit tetapi diperlukan”.
Jika perusahaan tidak melakukan PHK pada tahun lalu, lanjut Pichai, hal tersebut akan menjadi keputusan yang lebih buruk.
"Hal ini akan menjadi beban besar bagi perusahaan. Saya pikir hal ini akan sangat menyulitkan di tahun seperti ini, dengan adanya perubahan besar di dunia, untuk menciptakan kapasitas berinvestasi di berbagai bidang," tukasnya.
Integrasi AI dalam Periklanan
Menurut laporan, banyak dari pekerjaan di unit ad sales menjadi berlebihan karena Google sudah mengoperasikan tools baru berbasis AI.
Tools ini secara otomatis akan memberikan rekomendasi untuk membuat iklan baru yang berkinerja baik bagi pelanggan dan memerlukan sedikit perhatian dari karyawan.
Google sudah meluncurkan campaign planner bertenaga AI tersebut, Performance Max, pada tahun 2021. Namun, perusahaan memutuskan untuk menambahkan kemampuan berbasis AI generatif ke tools iklan tersebut di acara Google I/O awal tahun ini.
Artikel Terkait
Tanda-tanda Orang yang Tampak Percaya Diri tapi Sebenarnya Punya Keyakinan Diri yang Rendah
Jumlah Bank Digital Kian Marak, Orang Kantoran Perlu Ubah Perilaku
Lowongan Kerja Cities Program Lead di WRI Indonesia buat yang Berpengalaman dalam Manajemen Proyek
Lepas dari Grup Semut alias Ant Group, Taipan Jack Ma Bakal Keruk Cuan Makanan Kemasan
Mengapa PM Inggris Rishi Sunak Larang Mahasiswa Internasional yang Studi di Inggris Memboyong Keluarga?
Nikah Seminggu Lagi, Pangeran Abdul Mateen Pamer Foto bareng Tunangannya, Anisha Rosnah binti Adam
Mencium Aroma Gula dan Spiritus di Agrowisata Pabrik Gula Madukismo