news

IKN akan Menerapkan Air Wudhu dari Tangkapan Air Hujan, Gimana Caranya?

Jumat, 19 Januari 2024 | 09:20 WIB
Presiden Joko Widodo saat peluncuran Nusantara Green Pesantren di kawasan Ibu Kota Nusantara atau IKN, Kalimantan Timur, Rabu 17 Januari 2024. (PejuangKantoran.com/Biro Pers Sekretariat Presiden)

PejuangKantoran.com - Kabar terkini datang dari calon ibu kota negara, Ibu Kota Negara atau IKN.

Catatan dari Biro Pers Sekretariat Presiden pada Kamis 18 Januari 2024 menunjukkan bahwa di IKN akan ada program agroforestri yang akan mengimplementasikan air wudhu dari rain water harvesting atau tangkapan air hujan. Gimana cara?

Cerita bermula saat Presiden Joko Widodo meluncurkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, Nusantara Green Pesantren pada Rabu 17 Januari 2024.

Baca Juga: Dana Beasiswa LPDP yang Diberikan pada Awardee Merupakan Imbal Hasil Manfaat Investasi

"Program ini akan menyelaraskan pengembangan pesantren dengan prinsip berkelanjutan," kata Presiden Joko Widodo.

Program Nusantara Green Pesantren menggamit para donatur program untuk IKN yakni Sabuk Hijau Nusantara yaitu Pertamina, Grab, Telkomsel, Amartha, ASDP, Bank DBS, Apical, MPM Group, dan Chandra Asri.

Peluncuran Nusantara Green Pesantren berlanjut dengan penanaman 10000 pohon di area Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Pemaluan, di IKN.

Kayu keras endemik Kalimantan dan pohon buah produktif adalah jenis-jenis tanaman yang ditanam pada program ini yaitu durian, klengkeng, mangga, jambu kristal, blangiran, kemiri, dan rambutan.

Baca Juga: Anggaran untuk Beasiswa LPDP akan Dihentikan, Duh Gimana Nasib Peserta yang Masih Ingin Mendaftar?

Air hujan atau rain water

Pengembangan agroforestri di IKN juga melingkup empat program lainnya yakni pemasangan panel surya, manajemen sampah bertanggung jawab, pertanian vertikal, dan pekarangan ramah lingkungan, di samping tangkapan air hujan atau rain water harvesting.

Nusantara Green Pesantren adalah hasil kerja sama Otoritas IKN atau OIKN dengan Gerakan Sabuk Hijau Nusantara.

Gerakan Sabuk Hijau Nusantara adalah kolaborasi tiga lembaga yakni Katadata Green, Benih Baik, serta Jejakin dan OIKN.

Tags

Terkini