news

Pandemi Berlalu, 65% Gen Z dan 72% Milenial Ingin Lebih Banyak Liburan Tahun 2024

Sabtu, 4 Mei 2024 | 12:05 WIB
llustrasi: Menurut survei PMG, 65% Gen Z dan 72% generasi milenial berencana menghabiskan lebih banyak uang untuk liburan tahun 2024. (Freepik/Jcomp)

“Jadi apakah mereka melakukan perjalanan hemat atau liburan santai, mereka ingin semuanya terasa mulus dari awal hingga akhir, gangguan apa pun di sepanjang perjalanan tidak dapat diterima,” kata Taki.

Loyalitas merek

Meskipun ingin liburan lebih spontan, kebutuhan akan personalisasi tetap ada. Di sinilah merek mempunyai peluang untuk berinteraksi dengan wisatawan baru, terutama seiring dengan meningkatnya popularitas program loyalitas.

Baca Juga: Apa Manfaat dan Kerugian Flow State, Benarkah Kondisi Ini Efektif untuk Si Penunda Pekerjaan?

Program loyalitas yang kuat sangat penting bagi wisatawan muda, di mana 58% Gen Z menggunakan program tersebut saat memesan aktivitas atau akomodasi, dibandingkan dengan 49,9% wisatawan secara keseluruhan.

Namun, program loyalitas tentunya harus diperoleh melalui kepercayaan merek, yang memperlihatkan data berikut:

• 9% konsumen mencantumkan kepercayaan merek sebagai faktor yang sedikit penting atau bukan faktor sama sekali.
• 71% konsumen mencantumkannya sebagai faktor yang sangat penting atau sangat penting.
• 22% konsumen mencantumkannya sebagai faktor yang cukup penting.

Baca Juga: Apa Ciri-ciri Flow State, Momen di Mana Kamu Merasa Terhubung Sepenuhnya dengan Pekerjaan?

Poin loyalitas juga dapat menentukan kapan dan bagaimana konsumen melakukan perjalanan:

• 45% konsumen mengatakan poin loyalitas terkadang menentukan rencana perjalanan.
• 25% konsumen sering kali merencanakan berdasarkan poin.
• 19% konsumen mengatakan bahwa titik perjalanan jarang menentukan rencana mereka.

Seiring dengan semakin maraknya program loyalitas, persaingan mungkin akan meningkat. Oleh karena itu, merek perlu berusaha tampil menonjol untuk memenangkan hati konsumen.

“Saya pikir [konsumen] akan lebih cerdas dalam menentukan di mana mereka menghabiskan waktu mereka,” kata Taki.

“Di mana saya bisa mendapatkan imbalan atas uang dan waktu saya? Jika saya setia pada suatu merek, apakah saya benar-benar akan mendapat imbalan? Dan menurut saya itulah perbedaannya.”

Halaman:

Tags

Terkini