Seperti yang dikatakan Alkitab, pada penghujung hari ke-40, Yesus Kristus dan murid-murid-Nya pergi ke Bukit Zaitun, dekat Yerusalem.
Setelah meminta murid-murid-Nya untuk tinggal, Yesus naik ke surga untuk mengambil tempat duduk di sebelah kanan Tuhan, di bawah pengawasan para murid-Nya.
Bagi umat Kristiani, peristiwa Yesus naik ke surga menandakan bahwa Kristus telah menyelesaikan pekerjaannya di bumi dan mengizinkan Dia menyiapkan tempat bagi para pengikut-Nya di surga.
Baca Juga: 8 Kesalahan Memakai Paspor yang Sering Dilakukan Orang saat Melakukan Business Trip
Hari suci wajib
Kenaikan Isa Almasih adalah hari suci wajib. Hari ini sangat penting bagi umat Kristiani, di mana peringkatnya sama dengan hari raya Kristen lainnya seperti Natal, Paskah, dan Pentakosta.
Hari raya ini dianggap penting karena menjadi contoh di mana kita bisa sekadar duduk, merenung, dan mempelajari arti sebenarnya dari perdamaian.
Kenaikan Isa Almasih diperingati oleh umat Katolik di seluruh dunia. Ini adalah hari libur umum di Perancis, Jerman, Austria, Belgia, Finlandia, Indonesia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Vanuatu.
Sedangkan di Inggris, Kanada, AS, atau Australia, Kenaikan Isa Almasih bukan merupakan hari libur umum.
Baca Juga: Observatorium Tertinggi Dunia Dibuka di Chile Setelah Perencanaan Konstruksi 26 Tahun
Namun untuk memudahkan umat beriman menghadiri Misa pada hari penting ini, masing-masing konferensi uskup bertanggung jawab untuk menetapkan tanggal perayaan Kenaikan dan dapat memindahkannya ke hari Minggu terdekat.
Kitab Hukum Kanonik menetapkan, “Konferensi para Uskup dapat menghapuskan hari-hari suci tertentu yang wajib atau memindahkannya ke hari Minggu dengan persetujuan terlebih dahulu dari Takhta Apostolik”.
Meskipun kemanusiaan Yesus naik ke Surga, kehadiran-Nya tetap ada bagi umat Katolik dalam berbagai cara, termasuk Kehadiran Nyata-Nya dalam rupa roti dan anggur Ekaristi.