PejuangKantoran.com - Para pencari kerja baru saat ini umumnya datang dari Gen Z, generasi yang terbiasa menggunakan teknologi digital dan dengan cepat mengadopsi AI.
Mereka menggunakannya untuk berbagai keperluan, dari riset tugas hingga merencanakan liburan.
Namun, tanpa sadar mereka telah menyalahgunakan teknologi tersebut yang akhirnya malah merugikan diri mereka.
Baca Juga: Sejarah Sepatu Bata, Sepatu Asal Ceko yang Sering Dikira Produk Lokal!
Menurut Shoshana Davis, pendiri konsultan karier Fairy Job Mother, mengatakan bahwa generasi tersebut terlalu bergantung pada tools AI seperti ChatGPT untuk membuat surat lamaran dan jawaban lamaran kerja.
“Salah satu tantangan utama yang saya lihat saat ini adalah penggunaan AI, khususnya ChatGPT, yang tidak digunakan dengan cara yang benar dan tidak digunakan secara efektif,” ujar Davis.
Ia kerap berhubungan dengan pemberi kerja yang mempekerjakan 10 hingga 1.000 Gen Z setiap tahunnya.
“Para pemberi kerja mendapatkan ratusan surat lamaran yang sama persis kata demi kata,” katanya.
Mereka juga menerima jawaban atas pertanyaan lamaran pekerjaan yang sama, dan menduga hal itu merupakan hasil penggunaan ChatGPT.
Menurut Davis, kita harus menerima teknologi dan AI. Namun, menyalin jawaban dari ChatGPT dapat merusak peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga: Sebagai Walikota London, Sadiq Khan Bisa Menetapkan Gaji dan Tunjangan Pensiunnya Sendiri
Faktanya, Januari lalu survei Canva terhadap 5.000 manajer perekrutan dan 5.000 pencari kerja dari Inggris, AS, India, Jerman, Spanyol, Prancis, Meksiko dan Brasil, menunjukkan, 45% pencari kerja menggunakan AI untuk membuat, memperbarui, atau menyempurnakan resume mereka.
Berbagai survei dari lembaga yang lain menunjukkan hal yang sama.
Tampaknya Gen Z memang paling banyak mengandalkan AI, demikian menurut survei Grammarly pada bulan Februari terhadap 1.002 pekerja pengetahuan dan 253 pemimpin bisnis.
Kabarnya, 61% Gen Z mengatakan mereka tidak dapat membayangkan melakukan tugas-tugas pekerjaan tanpa menggunakan AI generatif.
Artikel Terkait
Cara Memperlakukan Diri Sendiri Ternyata Menandakan Bagaimana Kamu Menghargai Waktu
Lagi Tren di China, Pejuang Kantoran Pakai OOTD Ugly Clothes Buat ke Kantor, Apa Alasannya?
Masalah Utama Pejuang Kantoran 9 To 5: Mata Kering Gara-gara Seharian Lihat Komputer dan HP
Jangan Dikucek, Ini Cara Paling Tepat Atasi Mata Kering!
Kapan Kita Tahu bahwa Kita Terlalu Banyak Makan Keju? Ini Jawaban buat yang Takut Kolesterol Naik
Ubah Urutan Makan Bisa Bikin Kamu Jadi Lebih Sehat, Ini Caranya
5 Istilah Terapi Psikologi yang Mungkin Terlalu Sering Disalahgunakan dalam Pergaulan