Awas Polusi Udara, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kulit termasuk Penuaan Dini

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Mei 2024 | 10:00 WIB
Ilustrasi: Jangan merasa aman saat berada di dalam kantor, karena polusi udara dari luar bisa masuk ke dalam ruangan. (Freepik/Life for Stock)
Ilustrasi: Jangan merasa aman saat berada di dalam kantor, karena polusi udara dari luar bisa masuk ke dalam ruangan. (Freepik/Life for Stock)

PejuangKantoran.com - Saat ini, polusi udara menjadi masalah serius di banyak kota
besar di Indonesia. Selain berimbas terhadap kesehatan saluran pernapasan, polusi udara juga
dapat membawa pengaruh buruk bagi kulit.

Penuaan Dini

Ahli Dermatologi Universitas Airlangga (UNAIR) dr Irmadita Citrashanty SpKK(K)
FINSDV FAADV, mengungkapkan bahwa kadar Reactive Oxygen Species (ROS) yang
tinggi pada polusi udara, dapat mengakibatkan adanya penuaan dini (skin aging).

Baca Juga: Emirates Buka Recruitment Day Posisi Cabin Crew di Jakarta, Catat Tanggalnya Bulan Mei Ini!

“Jadi penampilan atau kesehatan kulit terlihat lebih tua dari umur sebenarnya, hal ini bisa
dilihat dari tanda-tanda penuaan seperti kerutan, dan flek hitam yang muncul sebelum
waktunya,” sebut dosen ilmu kesehatan kulit dan kelamin itu.

Kanker Kulit

Polusi udara juga dapat menjadi faktor pencetus kambuh bagi orang-orang yang memiliki
bawaan eksim, eczema atau dermatitis atopik. Gatal, iritasi, dan kemerahan juga berpeluang
muncul pada tipe kulit sensitif.

“Bagi kulit resisten, bisa jadi tidak berdampak apa-apa, namun masih memiliki risiko yang sama besar terhadap terjadinya kanker kulit,” jelasnya.

Sebenarnya, faktor yang paling berperan sebagai penyebab kanker kulit adalah intensitas,
frekuensi dan faktor radiasi dari sinar matahari. Namun, mengingat tingginya kadar ROS
dalam polusi udara, maka polusi udara juga secara jangka panjang berpotensi mengakselerasi
terjadinya kanker kulit.

Selain tergantung oleh tipe kulit, dampak dari polusi juga dipengaruhi oleh bagaimana
seseorang membersihkan dan merawat kulitnya agar sawar kulit (skin barrier) tetap terjaga.
Bila tidak dibersihkan dengan baik, polusi udara dapat menimbulkan jerawat, dan berbagai
permasalahan kulit lainnya.

Baca Juga: Daftar Bank Bangkrut di 2024, Cek di Sini!

“Dampak polusi dapat diperparah dengan pajanan sinar matahari, untuk mencegah efek yang
lebih buruk lagi, maka sangat disarankan untuk menggunakan tabir surya,” sebutnya. (*)

Untuk dapat menangkal dampak tersebut, Ahli Dermatologi asal Universitas Airlangga
(UNAIR) dr Irmadita Citrashanty SpKK(K) FINSDV FAADV membagikan beberapa tips
yang dapat dilakukan.

Menjaga Higienitas Kulit

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X