news

Lagi Tren, di China Ada Panti Jompo Khusus Anak Muda yang Lelah Kerja

Minggu, 18 Agustus 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi lelah (jcomp)

Mayoritas penyewa berusia antara 20 dan 40 tahun, termasuk pekerja lepas, profesional yang mengalami stagnasi karier, dan pencari petualangan. Sudah penuh dipesan untuk bulan ini.

Meskipun tidak ada batasan usia resmi di Guanye, peraturannya berbeda di pusat lain di Desa Kuno Mandiu, Yunnan.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita Tiongkok Yitiao, pendirinya Lu Baike menceritakan bahwa mereka tidak menerima siapa pun yang berusia di atas 45 tahun. Dia menjelaskan bahwa mereka “tidak banyak bersosialisasi”, dan banyak yang biasanya tinggal selama beberapa hari sebelum berangkat untuk kembali. terhadap keluarga dan tanggung jawabnya.

“Ini menggagalkan tujuan datang ke sini,” katanya.

Selain itu, pusatnya juga tidak menerima mereka yang “tidak pernah bekerja sehari pun setelah lulus sekolah dan hanya ingin 'berbaring'”, karena pola pikir ini tidak sejalan dengan nilai-nilai masyarakat.

Konsep Guanye juga berbeda dengan fasilitas pengasuhan tradisional. Awalnya dirancang sebagai satu rumah sederhana, para pendiri mengatakan kepada CNA bahwa mereka memperluas visi mereka untuk melibatkan komunitas yang lebih besar, termasuk merenovasi rumah-rumah kosong, dalam upaya revitalisasi pedesaan yang lebih luas.

Baca Juga: Lowongan Kerja di PT Nestle Indonesia Sebagai Management Trainee, Buruan Lamar!

Makan adalah urusan komunal. Kegiatan rutinnya meliputi arung jeram, hiking, jalan-jalan fotografi, dan kompetisi membuat pangsit, yang menurut Cui membantu membina hubungan antara penghuni penginapan dan penduduk desa.

Berpartisipasi dalam kegiatan ini bersifat sukarela karena fokusnya adalah pada pembentukan koneksi yang tulus dan berbagi pengalaman, kata Ms Xiaofei.

Rumah pensiun serupa juga bermunculan di seluruh Tiongkok, menandakan meningkatnya permintaan. Meskipun tidak ada database publik untuk referensi, pemeriksaan yang dilakukan oleh CNA menemukan bahwa fasilitas tersebut telah didirikan di tempat-tempat seperti Zhengzhou, Chongqing, Yunnan dan Shandong.

Namun tren panti jompo kaum muda mulai mengalami kemunduran, terutama dari generasi tua.

Di aplikasi media sosial Tiongkok, Weibo, salah satu pengguna mengatakan ini: “Mengapa generasi muda ingin 'pensiun' begitu cepat? Ini adalah kasus mengabaikan kewajiban seseorang.”

“Sulit membayangkan bagaimana masyarakat bisa maju jika pola pikir ini diadopsi oleh semua generasi muda,” tulis pengguna lain, meskipun mengakui bahwa tren tersebut mencerminkan “masalah nyata” seperti lanskap ketenagakerjaan dan lingkungan kerja yang “keras” di negara tersebut.  

 

 

Halaman:

Tags

Terkini