PejuangKantoran.com - Ada platform media sosial baru yang mulai digemari oleh pengguna X, namanya Bluesky.
Sudah sejak lama memang pengguna X, yang sebelumnya bernama Twitter, ingin meninggalkan media sosial tersebut karena disebut oleh para kritikus sebagai lingkungan yang toxic di bawah arahan Elon Musk.
Ketika dibeli senilai $44 miliar pada Oktober 2022 dan dirombak agar sesuai dengan visi Elon, sudah ada beberapa platform yang berlomba-lomba ingin menjadi media sosial alternatif.
Baca Juga: Metode Unbossing Membuat Karyawan Lebih Mandiri, Betulkah akibat Posisi Manajer Berkurang?
Namun, Mastodon dan Threads milik Instagram yang menjadi pesaing utama saja tidak mampu mengalahkan X.
Setelah Elon menyatakan dukungannya kepada Presiden Donald Trump dan menduduki posisi pemerintahan di Departemen Efisiensi Pemerintah—disingkat DOGE—yang baru dibentuk, semakin banyak orang yang memutuskan untuk tak lagi menggunakan X.
Hasilnya, Bluesky diserbu oleh jutaan pengguna baru.
Terkenal setelah pemilu AS
Meski ketika Pemilu Amerika Serikat (AS) menjadi hari puncak penggunaan X, tetapi keesokan harinya ada lebih dari 115.000 akun yang dinonaktifkan oleh penggunanya.
Menurut data Similarweb, jumlah tersebut terbanyak sejak Elon mengambil alih aplikasi tersebut.
Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google
Di sisi lain, Bluesky justru mengalami ledakan lebih dari 2,5 juta pendaftaran baru pada minggu setelah pemilihan.
Menurut juru bicara Bluesky Emily Liu, pada 20 November 2024 ada lebih dari 20,7 juta pengguna. Jumlah ini terus bertambah, atau setara dengan sekitar delapan pendaftaran pengguna per detik.
Liu juga bilang bahwa platform ini mendapatkan rekor aktivitas di semua metrik, termasuk like dan follow.
“Para pengguna juga mengatakan mereka mendapatkan lebih banyak keterlibatan yang berkualitas di Bluesky daripada di platform lain meskipun pada awalnya mereka memiliki lebih banyak pengikut di tempat lain,” katanya.