3 Tanda Seseorang Punya Keterampilan Leadership yang Baik, Cocok Jadi Pemimpin!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 25 November 2024 | 07:31 WIB
Ilustrasi: Apa saja keterampilan leadership yang dibutuhkan agar seseorang menjadi pemimpin yang baik? (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Apa saja keterampilan leadership yang dibutuhkan agar seseorang menjadi pemimpin yang baik? (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Meski tidak semua, tetapi banyak orang yang menjadi galak dan suka marah-marah setelah menjadi atasan. Hal itu didasari pemikiran bahwa seorang pemimpin harus bersikap tegas.

Padahal, tegas bukan berarti galak, bukan?

Satu hal yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa salah satu ciri pemimpin yang baik adalah benar-benar peduli dengan karyawan mereka.

Pemimpin seperti ini tidak hanya fokus untuk mencapai target atau menaiki tangga karir, tetapi benar-benar peduli untuk membantu agar timnya berhasil.

Ketika pemimpin secara konsisten menunjukkan kepedulian dan keinginan untuk membina karyawan, efek positifnya sudah tidak dapat disangkal lagi.

Berikut adalah tiga tanda bahwa kamu punya keterampilan leadership sehingga berpotensi menjadi pemimpin yang baik:

1. Memimpin dengan transparansi

Transparansi ibarat fondasi rumah yang kokoh. Jika tidak dilakukan maka kepemimpinan mudah hancur karena kepercayaan akan terkikis, dinamika tim akan hancur, dan hal yang negatif akan merembes masuk.

Pemimpin yang mencontohkan transparansi akan menciptakan budaya kepercayaan yang tumbuh subur, individualistis yang dikesampingkan, dan kolaborasi menjadi aturan.

Namun, transparansi harus dimulai dari atas, yaitu pemimpin yang bersikap jujur tentang tujuan, tantangan, dan bahkan kesalahan sendiri.

Jika tidak melakukan tugasnya dengan baik, pemimpin yang transparan tidak akan membiarkan hal itu berlarut-larut.

Masalah akan ditangani secara langsung, dengan kejujuran dan kepedulian, serta memberikan umpan balik yang nyata dan konstruktif.

2. Meningkatkan keamanan psikologis dalam tim

Istilah “keamanan psikologis” diciptakan oleh profesor Harvard Business School, Amy Edmondson, yang menjelaskannya sebagai “keyakinan bersama bahwa tim aman untuk pengambilan risiko antarpribadi.”

Menurut Edmondson, tim yang bekerja lebih baik melakukan lebih banyak kesalahan daripada tim yang berkinerja lebih buruk. Jika kamu menganggap ini sebagai hal yang negatif, di sinilah pemikiran Edmondson yang menarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Inc.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X