Salah satunya adalah platform kumpulan cerita digital, KaryaKarsa, yang terpilih untuk berpartisipasi di JAFF Content Market.
“KaryaKarsa beruntung terpilih mewakili salah satu IP horor kami, 2910 MDPL (Maut Di Perbatasan Langit) di JAFF Content Market perdana.
“Kami memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk mempromosikan IP yang lahir dari platform kami, namun juga memperkenalkan KaryaKarsa kepada khalayak bisnis baru,” ujar Ario Tamat, CEO KaryaKarsa saat ditemui di booth-nya.
Reza on Reza
Adapun pengunjung JAFF Market, terutama penikmat film Indonesia, tampak sangat menikmati waktu saat berkeliling booth karena ada berbagai aktivitas yang menarik untuk diikuti.
Beberapa di antaranya mengetahui judul-judul film Indonesia yang akan tayang di bioskop dari rumah produksi yang berpartisipasi.
Selain itu, terlibat dalam diskusi dalam talk show bersama aktor dan filmmaker yang digelar banyak booth.
Salah satu talk show yang paling diminati adalah "Reza on Reza" di booth Gambar Gerak, rumah produksi yang baru didirikan Reza Rahadian.
“Ini tiga hari yang luar biasa. Aku senang sekali bisa berada di JAFF. Senang banget filmnya bisa ada di JAFF Future Project, tempat kita mencari sesuap income untuk film (Pangku) bisa selesai.
“It’s an honor to be part of this event!” seru Reza Rahadian, saat talk show yang dipandu oleh Reza Chandika di hari ke-3 JAFF Market yang diselenggarakan di Jogja Expo Center.
JAFF Market dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc., dan serta dihadiri oleh Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Syanne Susita)