5 Keterampilan Teknis dan Sertifikasi yang Harus Dimiliki Calon Cyber Security Analyst

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 11 Desember 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi: Untuk menjadi cyber security analyst kamu bisa memperoleh sertifikasi yang menunjukkan keterampilan dan pengetahuan kamu dalam keamanan siber. (Freepik)
Ilustrasi: Untuk menjadi cyber security analyst kamu bisa memperoleh sertifikasi yang menunjukkan keterampilan dan pengetahuan kamu dalam keamanan siber. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Bekerja di bidang keamanan siber tentunya membutuhkan berbagai keterampilan teknis dan SDM untuk melindungi data organisasi. Keterampilan apa yang harus dikembangkan?

Cyber security analyst menggunakan kombinasi keterampilan teknis dan keterampilan di tempat kerja untuk menilai kerentanan dan menanggapi insiden keamanan.

Kalau punya latar belakang di bidang IT, kamu mungkin sudah memiliki beberapa keterampilan teknis, dan banyak keterampilan di tempat kerja yang diperoleh dari berbagai macam pekerjaan.

Baca Juga: Tanggung Jawab Cyber Security Analyst Bukan Cuma Meminimalkan Risiko Serangan Siber

Keterampilan teknis analis keamanan siber merupakan dasar karir mereka. Berikut keterampilan teknis yang paling dibutuhkan untuk pekerjaan ini.

Keterampilan yang dibutuhkan cyber security analyst

1. Pemrograman

Analis keamanan siber perlu memiliki pemahaman yang kuat tentang berbagai bahasa pemrograman untuk mengidentifikasi bagaimana pelanggaran data terjadi.

Bagian dari tugas analis keamanan siber termasuk mengidentifikasi ancaman keamanan, sehingga menguasai bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, dan C+ dapat membantu kamu mempelajari bagaimana peretas menggunakan kode untuk mengembangkan perangkat lunak yang berbahaya.

2. Deteksi intrusi

Baca Juga: Berapa Target Minimal Durasi Waktu yang Diperlukan Untuk Aktivitas Fisik Agar Kamu Sehat?

Deteksi intrusi merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan analis keamanan siber, karena tugas mereka melibatkan pemantauan aktivitas jaringan untuk mendeteksi intrusi.

Hal ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi serangan saat terjadi dengan cepat. Mereka tahu cara menggunakan Intrusion Detection Systems (IDS), Security Information and Event Management (SIEM), dan Intrusion Prevention Systems (IPS) untuk mengidentifikasi pelanggaran keamanan atau aktivitas yang mencurigakan.

3. Data security

Profesional dengan keterampilan data security dapat melindungi data melalui enkripsi, protokol internet, dan manajemen akses.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, coursera.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X