Gen Z juga dikenal lebih responsif terhadap peristiwa eksternal, seperti pemilu atau perubahan suku bunga, yang mempengaruhi keputusan dalam mengelola portofolio mereka.
Cara ini sering disebut strategi oportunistik, yaitu mengunci keuntungan saat harga berada di titik tertinggi, dan membeli kembali ketika harga turun.
Perbandingan dengan generasi lain
Jika dibandingkan dengan Gen Z, Generasi Milenial yang berada di rentang usia 28 – 43 tahun, justru lebih berfokus pada investasi di saham sektor pertumbuhan dan kripto.
Baca Juga: Denmark Jadi Negara Terbaik dalam Work-Life Balance, Pekerja Bahkan Diwajibkan Cuti Berbayar
Sementara Gen X yang berusia 44 – 59 tahun cenderung mendistribusikan investasi mereka secara merata di berbagai kelas aset.
Lalu, Generasi Baby Boomer dan silent generation justru lebih dominan pada aset konservatif seperti saham dividen dan hampir tidak tertarik pada kripto.
Sampai saat ini, pendekatan Gen Z terhadap alokasi aset masih menunjukkan pola yang unik.
Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, preferensi investasi mereka kemungkinan akan terus berkembang dan beradaptasi dengan kondisi pasar di masa depan. (Elga Windasari)