PejuangKantoran.com - Sejak resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2025, Donald Trump tak menunggu waktu lama untuk melakukan berbagai gebrakan dalam kebijakannya.
Selasa (4/2/2025) lalu, Central Intelligence Agency (CIA) menjadi badan keamanan nasional besar pertama yang menawarkan buyout atau pembelian kepada seluruh karyawannya, kata juru bicara CIA.
Buyout ini merupakan bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk mengecilkan pemerintah federal dan membentuknya sesuai agendanya.
Baca Juga: Bukan Hanya Membangun Hubungan, Ini Manfaat Pemimpin yang Mau Meluangkan Waktu bersama Karyawannya
Apa yang sebenarnya terjadi pada Badan Intelijen Pusat tersebut sehingga banyak karyawan yang dikorbankan?
Apa yang terjadi?
Pemerintah AS telah mengirimkan tawaran pembelian kepada karyawan dari sedikitnya lima badan intelijennya. Buyout, atau boleh dibilang sebagai pesangon sukarela, adalah saat seorang karyawan menerima beberapa manfaat, seperti gaji untuk jangka waktu tertentu, sebagai imbalan atas persetujuan untuk mengundurkan diri.
Dalam hal ini, karyawan federal ditawarkan untuk berhenti dari pekerjaan mereka, dan untuk itu akan menerima gaji dan tunjangan sekitar delapan bulan.
CIA pada Selasa malam itu mengatakan bahwa seluruh karyawannya menerima tawaran buyout. Kemudian pada Rabu (5/2/2025), juru bicara untuk empat badan lainnya mengonfirmasi bahwa tawaran buyout juga sudah diberikan kepada karyawan mereka.
Badan-badan tersebut adalah:
• US Office of the Director of National Intelligence (Kantor Direktur Intelijen Nasional AS)
• National Security Agency (Badan Keamanan Nasional)
• National Geospatial-Intelligence Agency (Badan Intelijen Geospasial Nasional)
• National Reconnaissance Office (Kantor Pengintaian Nasional)
Baca Juga: Jangan Takut dengan Rasa Bosan, Justru Bisa Membuat Kamu Jadi Lebih Kreatif!
Berapa banyak pekerja federal yang menerima tawaran tersebut?
Menurut sumber Gedung Putih, sejauh ini setidaknya ada 20.000 karyawan yang sudah menerima tawaran buyout. Itu sekitar 1 persen dari 2,3 juta pekerja sipil pemerintah.
Namun tawaran itu berakhir pada hari Kamis (6/2/2025), dan pemerintah sudah mengirimkan pemberitahuan kepada karyawan federal pada hari Selasa mengenai tenggat waktu, dan menekankan tidak akan ada perpanjangan.
Mengapa Trump menawarkan ini?