Buyout merupakan bagian dari rencana yang lebih besar oleh Trump untuk membawa perubahan besar-besaran pada pemerintahan AS. Rencana tersebut diajukan dalam Project 2025.
Trump disebut ingin merampingkan birokrasi, tetapi politisi Partai Demokrat khawatir ia akan melakukan PHK untuk memberi ruang bagi para loyalisnya masuk ke pemerintahan.
Mengutip pernyataan dari juru bicara CIA, Reuters mengatakan bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk menyelaraskan badan tersebut dengan tujuan Direktur CIA yang baru diangkat, John Ratcliffe, dan pemerintahan Trump secara keseluruhan.
Baca Juga: Liang Wenfeng, Pendiri dan CEO DeepSeek Pernah Tidak Dianggap Oleh Mitra Bisnisnya
"Direktur Ratcliffe bergerak cepat untuk memastikan tenaga kerja CIA tanggap terhadap prioritas keamanan nasional Pemerintah," kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan.
Apakah departemen pemerintah lainnya terpengaruh?
Hampir setiap karyawan pemerintah sudah menerima tawaran pembelian. Minggu lalu, sekitar 2 juta pekerja federal ditawari kesempatan untuk berhenti bekerja dan menerima gaji serta tunjangan hingga 30 September.
Tawaran buyout tersebut hanya mengecualikan air traffic controller dan pekerja di beberapa posisi sensitif. Kekurangan air traffic controller atau pengendali lalu lintas udara sudah menimbulkan masalah keselamatan dan penundaan penerbangan.
Akhir Januari lalu, terjadi tabrakan antara pesawat Bombardier CRJ700 milik American Airlines dan antara helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS di Washington DC yang menewaskan 67 orang.
Badan-badan federal diperintahkan untuk menyusun daftar orang-orang yang telah dipekerjakan dalam dua tahun terakhir dan tidak memiliki perlindungan kerja penuh, sehingga mereka lebih mudah dipecat.
Baca Juga: Jangan Bingung saat Ditanya 'Pencapaian Terbesar Kamu' saat Wawancara Kerja, Ini Cara Menjawabnya!
Menurut data pemerintah, jumlah tersebut setara dengan sekitar 13 persen dari angkatan kerja.
Trump juga sudah menunjuk Elon Musk untuk memimpin perombakan, dan keduanya telah menutup badan bantuan luar negeri negara itu, USAID. Akibatnya, ratusan karyawan tersingkir melalui cuti administratif.
Pengaruh buyout terhadap badan mata-mata
Beberapa mantan pejabat intelijen khawatir badan-badan tersebut kehilangan staf yang sangat berpengalaman dan melemahkan pengumpulan dan analisis intelijen.
Artikel Terkait
Umrah Travel Fair 2025 Hasil Kolab bareng BRI dan Garuda Indonesia, Bikin Ibadah Makin Mudah
Lowongan Kerja: Social Media Manager (Kontrak 12 Bulan) di Canva
Lowongan Kerja Jadi Assistant Manager Communications di Grab
Larangan Penggunaan Elpiji 3 Kg untuk ASN dan Beberapa Kelompok Usaha
Rekomendasi 3 HP Flagship Kelas Menengah dengan Kamera Andalan, Harga Rp5 Jutaan Saja
Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Tetap Cair, Ini Perkiraan Jadwal Waktu Pencairannya
Abu Kremasi Barbie Hsu Kembali ke Taiwan dengan Guci Merah Jambu