Para mantan intelijen juga memperingatkan bahwa mereka yang keluar akan digantikan oleh para loyalis yang membuat intelijen cenderung mendukung pandangan dan kebijakan Trump.
"Saya sangat khawatir bahwa rekan-rekan saya tidak memiliki keberanian untuk menentang ini," kata seorang mantan pejabat senior intelijen kepada Reuters.
Mantan pejabat tersebut menambahkan bahwa banyak perwira intelijen yang sudah mengembangkan keahlian selama bertahun-tahun sekarang bisa digantikan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang itu.
Artikel Terkait
Umrah Travel Fair 2025 Hasil Kolab bareng BRI dan Garuda Indonesia, Bikin Ibadah Makin Mudah
Lowongan Kerja: Social Media Manager (Kontrak 12 Bulan) di Canva
Lowongan Kerja Jadi Assistant Manager Communications di Grab
Larangan Penggunaan Elpiji 3 Kg untuk ASN dan Beberapa Kelompok Usaha
Rekomendasi 3 HP Flagship Kelas Menengah dengan Kamera Andalan, Harga Rp5 Jutaan Saja
Sri Mulyani Pastikan Gaji ke-13 dan 14 Tetap Cair, Ini Perkiraan Jadwal Waktu Pencairannya
Abu Kremasi Barbie Hsu Kembali ke Taiwan dengan Guci Merah Jambu