Bahkan, 65% Gen Z mengatakan bahwa jika pasangan mereka mengalami kesulitan finansial, mereka akan mendukungnya tanpa batas waktu.
Ini menunjukkan bahwa meskipun mereka realistis soal uang, mereka tetap memiliki rasa solidaritas yang tinggi dalam hubungan.
Michael Brown, penulis buku The Future of Relationships, menambahkan, “Gen Z sangat sadar akan tantangan ekonomi, tapi mereka juga memiliki pola pikir kolaboratif. Mereka ingin bekerja sama dengan pasangan untuk mencapai stabilitas keuangan bersama.”
Baca Juga: Bersama BRI Ethnic Gendhis Hadirkan Batik Modern untuk Gen Z
Mengubah cara pandang tentang keuangan dan pernikahan
Jika milenial lebih fokus pada kesetaraan gender dalam rumah tangga dan pekerjaan, karyawan Gen Z justru ingin menghilangkan batasan tersebut dalam hal keuangan.
Mereka tidak sekadar mencari pasangan dengan penghasilan tinggi, tapi lebih kepada siapa yang bisa diajak bekerja sama dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Jadi, apakah Gen Z menikah karena uang? Tidak sepenuhnya. Mereka lebih realistis dalam menghadapi tantangan finansial, tetapi tetap mengutamakan cinta dan kerja sama dalam hubungan.
Bagi mereka, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang membangun masa depan yang stabil bersama.