news

Sia-sia! Dalam Survei Kepuasan Karyawan, 47% Karyawan Ternyata Cenderung Tidak Jujur

Jumat, 21 Februari 2025 | 08:58 WIB
Ilustrasi: Karyawan ternyata sering tidak jujur dalam mengisi survei kepuasan karyawan. (Freepik/Rawpixel)

Salah satu permasalahan terbesar yang terungkap dalam laporan ini adalah adanya jurang antara eksekutif dan karyawan dalam hal kepercayaan.

Sebuah laporan PwC dari Maret 2024 menunjukkan bahwa para pemimpin sering kali melebih-lebihkan tingkat kepercayaan yang diberikan oleh karyawan mereka. Hal ini semakin diperparah oleh survei keterlibatan yang tidak akurat.

Baca Juga: Temuan Mengejutkan dalam Studi Tidur Global, Pekerja Kantoran Harus Waspada!

SurveyMonkey juga menemukan bahwa perbedaan antara prioritas HR dan harapan karyawan menjadi semakin besar.

Faktor-faktor seperti generasi, lokasi geografis, identitas, dan status sebagai orang tua mempengaruhi persepsi tentang apa yang benar-benar penting untuk meningkatkan keterlibatan di tempat kerja.

Bagaimana cara pemperbaiki keadaan?

Menurut Gonzales, kunci utama untuk membangun tenaga kerja yang produktif dan mau terlibat adalah dengan memastikan bahwa umpan balik karyawan benar-benar didengar dan ditindaklanjuti.

“Saat karyawan merasa bahwa pendapat mereka tidak akan mengubah apa pun, mereka cenderung tidak jujur dalam memberikan masukan,” jelasnya.

Survei Visier juga mengungkapkan langkah-langkah yang diinginkan karyawan dari perusahaan mereka dalam 12 bulan ke depan.

Yang paling utama adalah mendapatkan pembaruan rutin mengenai bagaimana perusahaan merespons umpan balik mereka (31%). Sementara itu, 26% karyawan ingin adanya transparansi yang lebih baik dalam perubahan perusahaan.

Selain itu, sekitar 10% responden mengaku bahwa mereka tidak memberikan jawaban yang jujur dalam survei karena alasan praktis—prosesnya terlalu lama dan memakan waktu.

Baca Juga: Lowongan Kerja: Event & Promotions Manager di Plaza Indonesia, Siapa Mau?

Survei perlu diperbaiki?

Laporan Visier ini menjadi peringatan bagi perusahaan untuk lebih kritis dalam menggunakan survei keterlibatan sebagai alat utama dalam pengambilan keputusan.

Tanpa transparansi, kepercayaan, dan tindakan nyata, survei hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak yang berarti bagi kesejahteraan karyawan dan pertumbuhan perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini