news

Kalau Dipakai dengan Benar, AI Bisa Bantu Kamu Dapat Pekerjaan Lho!

Minggu, 16 Maret 2025 | 20:25 WIB
Mennganda;kan AI dalam mencari kerja tak selalu menguntungkan. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Dalam dunia yang semakin dipengaruhi oleh teknologi, LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, berkomitmen untuk mendukung tenaga kerja Indonesia menghadapi tantangan di era transformasi digital.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, LinkedIn meluncurkan berbagai solusi berbasis AI, termasuk LinkedIn Hiring Assistant dan AI-Powered Coaching di LinkedIn Learning, yang dirancang untuk mempercepat proses perekrutan dan meningkatkan keterampilan para profesional Indonesia.

Inovasi AI untuk Mempermudah Proses Perekrutan

LinkedIn Hiring Assistant adalah inovasi terbaru LinkedIn yang dirancang untuk menyederhanakan proses perekrutan dengan menangani tugas-tugas repetitif dan memakan waktu. Misalnya, proses memposting lowongan kerja atau pencarian kandidat untuk posisi yang sama dapat dilakukan secara otomatis, memungkinkan perekrut untuk lebih fokus pada tugas yang lebih strategis.

Dengan memanfaatkan AI, alat ini dapat menemukan kandidat yang lebih sesuai dengan keterampilan mereka, bukan hanya berdasarkan riwayat pekerjaan atau pendidikan. Ini membuka peluang bagi perusahaan untuk mengakses talenta yang lebih beragam dan potensial.

Berdasarkan data LinkedIn, 74% profesional HR di Indonesia percaya bahwa alat berbasis AI dapat mempercepat dan menyederhanakan proses perekrutan.

AI agent ini bahkan dapat mempelajari preferensi perekrut, memberikan rekomendasi yang lebih personal, dan mempermudah pencarian kandidat yang tepat dengan lebih cepat. Inovasi ini diharapkan dapat membantu bisnis di Indonesia mengatasi tantangan dalam mencari talenta yang tepat untuk mengisi berbagai posisi yang semakin berkembang.

Baca Juga: Al-Asma'i, Pencipta Syair Tob Tobi Tob yang Pernah Kucing-Kucingan dengan Tukang Sayur

Di sisi lain, LinkedIn juga memperkenalkan AI-Powered Coaching yang terintegrasi dalam LinkedIn Learning. Fitur ini memungkinkan para profesional untuk berlatih keterampilan interpersonal yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti memberikan umpan balik atau membahas keseimbangan kerja dan kehidupan.

Dengan menggunakan interaksi berbasis teks atau suara, pengguna dapat berlatih melalui berbagai skenario kerja dan menerima umpan balik langsung dalam lingkungan virtual yang aman. Ini memberi kesempatan kepada para profesional untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menghadapi percakapan penting di tempat kerja.

Fitur ini juga telah digunakan oleh perusahaan global seperti Thomson Reuters dan Gates Foundation. Bagi para profesional di Indonesia, fitur ini membantu mereka untuk tetap terdepan dalam dunia kerja yang penuh perubahan, sekaligus menutup kesenjangan keterampilan yang ada.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Rohit Kalsy, Indonesia Country Lead di LinkedIn, “Perusahaan harus fokus merekrut berdasarkan keterampilan, sementara profesional perlu terus belajar.”

Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Beli Tiket Kapal Buat Mudik Pakai Brimo, Cepat dan Praktis!

Tantangan Kesenjangan Keterampilan di Indonesia

Meskipun teknologi semakin berkembang, tantangan terbesar bagi Indonesia adalah kesenjangan keterampilan di pasar tenaga kerja.

Data LinkedIn mengungkapkan bahwa hampir setengah dari pelamar di Indonesia tidak memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan. Keterampilan yang paling sulit ditemukan antara lain keterampilan AI, keterampilan teknis di bidang IT, serta soft skills seperti komunikasi dan pemecahan masalah.

Halaman:

Tags

Terkini