“Setiap hari kami bangga dengan bagaimana piagam itu memandu pekerjaan yang kami lakukan, termasuk pekerjaan yang mungkin menjadi pekerjaan terakhir kami,” tulisnya.
VOA pegang teguh etika jurnalistik
Penjelasan yang diberikan Patsy Widakuswara ini sepertinya merupakan respon dari ucapan Trump yang secara terbuka menyebut media AS "korup" dan "ilegal". Bahkan, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan berjudul "VOA adalah suara kelompok radikal Amerika".
Rendy, yang sudah bekerja selama 10 tahun sebagai jurnalis, menepis tudingan tersebut. Ia bahkan berani menjamin kalau hal tersebut tidak benar.
Baca Juga: Akibat IHSG Trading Halt 30 Menit, Marina Budiman Kehilangan Setengah Kekayaannya dalam Waktu 3 Hari
"Banyak tuduhan yang Trump lontarkan kepada VOA. Saya bisa jamin itu tidak benar. Apa yang disebutkan bahwa VOA adalah simpatisan teroris, dugaan korupsi, dan spionase, serta penyebaran informasi hoaks, itu semua tidak benar,” tegasnya.
Tuduhan Trump tersebut juga disebutnya melukai prinsip kerja jurnalistik yang selama ini dijunjung dalam pemberitaan di VOA.
Ia berkata, "Sebagai jurnalis, saya selalu berpegang pada etika jurnalistik.”
Apa yang disebutkan oleh Rendy ini, sesuai dengan salah satu prinsip pemberitaan VOA, yaitu menjadi sumber berita yang secara konsisten dapat diandalkan dan berwibawa, akurat, obyektif, serta komprehensif. (Elga Windasari)