Kunjungan tersebut merupakan yang pertama oleh seorang Paus ke tempat kelahiran gereja-gereja Timur, dan memiliki makna simbolis mengingat pentingnya orang Kristen Irak dalam sejarah agama tersebut.
Paus juga mengunjungi Najaf untuk bertemu dengan Ayatollah Agung Ali al-Sistani, otoritas Syiah tertinggi di Irak.
Menanggapi pertanyaan seorang anak tentang ayahnya yang ateis (2018)
Dalam suatu acara di Roma, seorang anak laki-laki bernama Emanuele, sambil menangis bertanya kepada Paus Fransiskus apakah ayahnya yang ateis dan baru saja meninggal bisa masuk surga.
Baca Juga: Kardinal Ignatius Suharyo Siap Ikuti Konklaf Pemilihan Paus Baru di Vatikan Pada 6 Mei 2025
Paus berbisik pada Emanuele, memberi jawaban yang menyentuh sehingga membuat banyak orang ikut menangis. Paus memuji kebaikan ayahnya, dan berkata bahwa Tuhan pasti tidak akan meninggalkan orang yang begitu baik.
Cara Paus Fransiskus menjawab pertanyaan Emanuele, yang penuh kelembutan, empati, dan harapan, membuat kesedihan yang sangat berat terasa lebih ringan.
Tentunya, masih banyak momen berkesan dari Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepausannya. Momen apa yang berkesan buat kamu?