news

Dari Kaki Gunung Ciremai, Kelompok Wanita Tani Binaan BRI Berhasil Membuat Penganan Ubi Jalar Naik Kelas

Minggu, 11 Mei 2025 | 18:39 WIB
Hayanah dan Kelompok Wanita Tani di kaki Gunung Ciremai ini berhasil membuat produk ubi jalarnya naik kelas bersama BRI. (BRI)

KUR dari BRI juga digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi, termasuk pembelian mesin, pembangunan fasilitas, dan pembelian tanah untuk perluasan rumah produksi.

Setelah mendapatkan bantuan permodalan dari BRI, mereka mampu mengembangkan usaha hingga skala yang lebih besar.

Titik baliknya adalah ketika kelompok Hayanah mulai menjalin kemitraan dengan ritel modern. Kini, produk olahan ubi jalar dari KWT Sri Mandiri telah tersedia di lebih dari 1.400 gerai minimarket di wilayah Cirebon hingga Brebes.

Baca Juga: Harapan buat Atasan, Kalau Mau Karyawan Andalan Merasa Dihargai dan Nggak Melirik Perusahaan Lain

Selain itu, mereka juga memasok produk ke toko oleh-oleh dan pelanggan tetap. Bahkan akhirnya KWT Sri Mandiri memberanikan diri untuk merambah pasar internasional. Produk mereka sudah mulai dikirim ke Malaysia dan Korea meski belum dalam skala besar.

Berkontribusi dalam pembangunan desa

Selain memberikan dampak ekonomi, KWT Sri Mandiri juga membawa perubahan sosial. Perempuan-perempuan yang dulunya hanya mengurus rumah lalu jadi punya penghasilan dan tentunya jadi mandiri secara finansial.

Mereka tidak hanya membantu perekonomian keluarga, tetapi juga membuktikan bahwa perempuan bisa berkontribusi dalam pembangunan desa.

“Kami bukan hanya mencari uang, tetapi juga ilmu dan kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan punya kekuatan untuk bertahan dan berkembang,” tutur Hayanah.

Selain pinjaman, KWT Sri Mandiri juga menerima bantuan peralatan usaha dari BRI Peduli pada tahun 2022. Peralatan tersebut digunakan untuk pengolahan tepung dengan kapasitas 40 kilogram.

Baca Juga: Segini Gaji yang akan Diterima Paus Leo XIV Tiap Bulan, akankah Ia Mengikuti Jejak Paus Fransiskus?

“Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan produksi, meskipun kapasitas mesinnya masih terbatas, walau belum bisa memenuhi seluruh permintaan, saya tetap bersyukur karena sudah bisa memproduksi sendiri,” ujar Hayanah.

Hayanah berpesan kepada seluruh perempuan untuk berani melangkah ke dunia usaha. Baginya, ketakutan dan rasa minder tidak boleh menjadi penghalang.

Ia meyakini bahwa berpikir positif dan memiliki tekad yang kuat akan membawa perempuan menuju kesuksesan, karena rezeki akan datang kepada mereka yang berusaha.

"Jika niat kita bekerja adalah ibadah dan demi kesejahteraan keluarga, Insya Allah jalan akan terbuka lebar," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini