Liriknya keras, lugas, dan penuh semangat perlawanan. Salah satu bait yang cukup populer:
Nama kita diinjak lagi / Bagai keset selamat datang
Lagu ini jelas menyuarakan kondisi rakyat yang sering dipinggirkan, tetapi tetap berusaha bertahan.
Banyak yang menyebut lagu ini semacam manifesto perlawanan generasi muda.
Lagu yang selalu dinyanyikan saat demo
Selain lagu dari .Feast, ada juga beberapa lagu yang dalam beberapa tahun belakangan sering terdengar di jalanan saat unjuk rasa. Misalnya:
- “Buruh Tani”
Diciptakan oleh Safi’i Kemamang di era 90-an dengan judul asli “Pembebasan”, lagu ini dipopulerkan oleh Marjinal pada 1996 dan jadi semacam “lagu wajib” demo.
Isinya menyerukan persatuan buruh, tani, mahasiswa, dan rakyat miskin kota melawan penindasan.
Baca Juga: Imbas Demo, Pemprov DKI Jakarta Imbau WFH dan Belajar dari Rumah Mulai 1 September 2025
- “Darah Juang”
Ini adalah lagu karya John Tobing, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), yang juga lahir di 1990-an.
Walaupun nadanya terdengar muram, liriknya sangat kuat dan penuh harapan tentang pembebasan rakyat.
- “Mosi Tidak Percaya”
Isi lagu dari Efek Rumah Kaca ini sesuai dengan judulnya, yaitu ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah dan rasa frustasi masyarakat.
- “Bayar Bayar Bayar”
Lagu dari Sukatani ini justru makin terkenal setelah sempat dilarang polisi. Isinya menyoroti tentang buruknya pelayanan aparat kepolisian yang sering dikaitkan dengan pungutan liar.
Dari lagu-lagu di atas terlihat jelas kalau musik punya peran besar dalam pergerakan rakyat.
Bukan cuma hiburan, lagu juga jadi bisa menjadi medium penyemangat, pengingat, sekaligus alat perlawanan terhadap ketidakadilan. ***