PejuangKantoran.com - Sudah lebih dari 20 tahun Wikipedia menjadi semacam ensiklopedia online. Platform yang dibangun oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger tahun 2001 ini menjadi rujukan utama buat miliaran orang di seluruh dunia.
Informasi apa saja bisa kamu dapatkan di situ, dari melengkapi bahan presentasi, mencari makna istilah-istilah pelajaran sekolah, atau sekadar iseng mencari tahu riwayat pekerjaan Menkeu yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa.
Namun, sekarang ini Wikipedia sedang menghadapi tantangan baru: serbuan konten buatan kecerdasan buatan atau yang sering disebut AI slop content.
Apa itu AI Slop Content?
AI slop content ini diproduksi mesin dengan rapi, sesuai format Wikipedia, lengkap dengan gaya bahasa netral, bahkan ada daftar referensinya. Sayangnya, banyak fakta yang dibuat-buat, sumber yang tidak ada, atau informasi yang salah kaprah.
Bedanya dengan vandalisme biasa, yang biasanya jelas terlihat seperti coretan asal, konten buatan AI ini justru berbahaya karena tampak meyakinkan.
Artikel-artikel ini bisa menyelipkan tokoh fiksi seolah nyata, mengutip buku yang tidak pernah diterbitkan, atau menyusun sejarah palsu dengan detail yang seakan valid.
Lebih repot lagi, AI bisa menghasilkan puluhan artikel per jam, sedangkan para editor Wikipedia butuh waktu lama untuk memverifikasi dan mengoreksi. Ada ketimpangan besar antara kecepatan mesin menghasilkan konten dengan kemampuan manusia untuk menyaringnya.
Krisis kredibilitas
Baca Juga: Nillionaire, Ketika “Jutawan Nol” Jadi Istilah Gaul Anak Muda Kekinian
Nilai jual utama Wikipedia adalah kepercayaan. Orang percaya Wikipedia karena komunitas sukarelanya selama ini rajin menjaga akurasi (itupun terkadang masih bisa salah, seperti kasus rapper Rich Brian yang ternyata bukan keturunan Manado seperti tertulis di Wikipedia).
Kalau konten AI slop terlalu banyak yang lolos di Wikipedia, risikonya bukan hanya beberapa artikel salah, tapi kepercayaan publik bisa runtuh.
Bayangkan mahasiswa yang mengutip artikel palsu untuk skripsi, atau jurnalis yang tanpa sadar menyebarkan informasi keliru. Kesalahan kecil yang dibiarkan bisa beranak-pinak, apalagi kalau dipakai sebagai dasar penulisan artikel lain. Lama-lama, ekosistem pengetahuan di Wikipedia bisa tercemar.
Yang lebih mengkhawatirkan, ada potensi pihak tertentu memanfaatkan AI untuk kampanye terorganisasi. Ribuan artikel dengan bias halus bisa membentuk opini publik secara perlahan.