news

Cabang Bank Mulai Ditinggal Nasabah, Mobile Banking Jadi Andalan. Jadi Ancaman PHK Massal?

Selasa, 30 September 2025 | 22:01 WIB
Hanya 2% transaksi Bank OCBC yang dilakukan di cabang fisik, sisanya 98% sudah lewat digital. (OCBC NISP)

PejuangKantoran.com - Jumlah kantor cabang bank di Indonesia terus menyusut. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2025 menunjukkan bahwa Bank Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan bank swasta, semuanya mengalami penurunan jumlah kantor cabang dibanding tahun sebelumnya.

Bank BUMN kini memiliki 12.078 kantor cabang, turun 2,31% dari 12.364 unit pada Juni 2024. Sementara BPD ikut turun jadi 3.999 unit, dari sebelumnya 4.046 unit.

Lalu, bank swasta turun juga lebih banyak, dari 7.741 menjadi 7.442 unit atau minus 3,86%. Namun, bank asing jumlahnya stabil, yaitu tetap bertahan dengan 19 kantor sejak 2023.

Baca Juga: Siapa Sangka, Bos TikTok Shou Zi Chew Ternyata Pernah Jadi Anak Magang di Facebook

Jika dijumlahkan, total kantor cabang bank di Indonesia per Juni 2025 mencapai 23.538 unit.
Penurunan jumlah kantor paling besar terjadi di Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.

Meski begitu, ada juga beberapa daerah yang justru mengalami pertumbuhan jumlah cabang, seperti DI Yogyakarta, Bali, Banten, dan Jakarta.

Mengapa banyak cabang bank ditutup?

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, penutupan cabang ini bukan karena bank sedang bermasalah, melainkan murni keputusan bisnis. Alasannya sederhana, yaitu masyarakat sekarang lebih suka transaksi digital.

Dengan mobile banking dan internet banking, nasabah bisa transfer, bayar, dan cek saldo kapan saja tanpa perlu antre di bank. Akhirnya, cabang-cabang yang sepi dianggap tidak efisien untuk dipertahankan.

Meski begitu, OJK memastikan proses penutupan cabang tidak menyebabkan gelombang PHK. Pegawai yang terdampak biasanya dialihkan ke divisi lain atau diberi pelatihan ulang agar bisa beradaptasi dengan sistem digital.

Baca Juga: Silvia Venturini Fendi mengundurkan diri dari posisi Creative Director di Rumah Mode Fendi

Contoh nyata OCBC: Kurangi cabang, transaksi digital melejit

Bank OCBC NISP adalah salah satu contoh nyata dari tren ini. Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, bercerita bahwa pada 2017 OCBC masih memiliki sekitar 270 kantor cabang. Kini, jumlahnya tinggal 205 cabang yang tersebar di 54 kota.

Menariknya, ternyata hanya 2% transaksi OCBC yang dilakukan di cabang fisik, sisanya 98% sudah lewat digital. Bahkan setelah pandemi Covid-19 berakhir, nasabah tidak banyak kembali ke cabang.

Meski begitu, OCBC tidak serta-merta menutup semua cabang. Mereka justru mengubah fungsinya. Jika dulu cabang digunakan untuk transaksi, sekarang lebih banyak jadi tempat konsultasi atau diskusi keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini