news

Bisakah Taylor Swift dan Rihanna Menjadi Contoh 'Miliarder Etis'? Pahami Maksud Sebutan Tersebut!

Jumat, 21 November 2025 | 12:22 WIB
Dengan kepribadian mereka, dan donasi yang sudah mereka berikan, apakah Taylor Swift dan Rihanna layak disebut miliarder etis? (Instagram @badgalriri @taylorswift)

PejuangKantoran.com - Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah “miliarder”. Namun, apa itu “miliarder etis”?

Ini adalah sebutan untuk orang yang memiliki kekayaan sangat besar, tetapi mengumpulkan dan menggunakan kekayaannya dengan cara yang dianggap “baik”, “adil”, atau “bertanggung jawab.”

Di antara banyak miliarder di dunia, dua orang yang mungkin dikenal banyak orang adalah Taylor Swift dan Rihanna.

Baca Juga: 3 Pemuda Berusia 22 Tahun Jadi Miliarder Termuda dari Startup AI, Apa Artinya buat Generasi Muda?

Seorang pengguna X (dulu Twitter), bahkan menulis bahwa para miliarder seperti Swift dan Rihanna yang sudah banyak menyumbang untuk amal, pantas disebut sebagai “miliarder etis.”

Postingan yang kelihatan sederhana ini, dalam hitungan jam berubah menjadi perdebatan besar tentang satu topik yang selalu memicu emosi: Bisakah miliarder benar-benar bersikap “etis”?

Mengapa miliarder etis sulit dipercaya? 

Begitu postingan tersebut muncul, balasan sinis langsung membanjiri timeline. Banyak yang menertawakan pemikiran bahwa seseorang bisa menyimpan kekayaan miliaran, tetapi tetap dianggap sebagai orang baik.

Komentar seperti “bodoh aja kalau percaya miliarder bisa etis”, menunjukkan bahwa banyak orang sudah mulai skeptis dengan konsep kekayaan ekstrem.

Bagi banyak netizen, menjadi kaya hingga tingkat “miliarder” dianggap mustahil dicapai tanpa ada unsur eksploitasi. Baik itu dari tenaga kerja, sistem ekonomi, atau lingkungan.

Baca Juga: Legenda Kelam Malin Kundang, ketika Cerita Rakyat Diinterpretasi Jadi Film Thriller Psikologis yang Mencekam

Taylor Swift vs. Rihanna, siapa yang lebih pantas?

Meski kebaikannya sering jadi berita, tetapi Taylor Swift disorot soal penggunaan jet pribadi dan gaya hidupnya yang dianggap berkontribusi besar pada emisi karbon. Bagi sebagian orang, tindakan itu langsung bertentangan dengan konsep miliarder etis.

Sementara Rihanna lebih banyak dibela karena aktif dalam kegiatan filantropi melalui Clara Lionel Foundation. Ia bahkan mendanai pendidikan, bantuan bencana, dan program ketahanan iklim.

Namun, kritikus berpendapat bahwa kegiatan filantropi tetap tidak bisa menghapus ketimpangan besar yang dihasilkan oleh kekayaan ekstrem. Ini karena donasi tidak selalu berarti etis, dan kadang hanya jadi cara untuk memperbaiki citra.

Halaman:

Tags

Terkini