“Film ini untuk anak-anak semua, termasuk anak-anak di dalam diri kita,” ujar Anggia.
Barasuara vs Jumbo, kontroversi lagu tema terbaik
Untuk kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik, muncul perdebatan. Penghargaan tersebut diberikan kepada Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska dari grup Barasuara untuk lagu Terbuang Dalam Waktu dari film Sore: Istri dari Masa Depan.
Namun, warganet menilai soundtrack Jumbo yang berjudul Suara Ada Di Nadimu (Prince Poetiray/Quinn Salman) lebih layak menang. Apalagi lagu Terbuang Dalam Waktu ternyata bukan dibuat khusus untuk filmnya.
Sebagai informasi, lagu tersebut berasal dari album Jalaran Sadrah (2024) dan bahkan sudah rilis sebagai single sejak 2023.
Sebelum penyelenggaraan malam puncak FFI, Prilly Latuconsina yang bertindak sebagai Ketua Bidang Program FFI 2025, menjelaskan bahwa lagu dalam kategori ini memang tidak wajib dibuat khusus untuk film.
“Yang penting lagunya mendukung cerita filmnya dan punya kontribusi besar,” jelasnya.
Meski begitu, kritik tetap bermunculan di media sosial.
“Harusnya (yang menang) lagu yang rilis dan dibuat khusus untuk filmnya,” tulis salah satu komentar di Instagram.
Baca Juga: Bisakah Taylor Swift dan Rihanna Menjadi Contoh 'Miliarder Etis'? Pahami Maksud Sebutan Tersebut!
Film dengan Piala Citra terbanyak
Di antara seluruh film yang masuk nominas Festival Film Indonesia 2025, Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar memiliki kemenangan terbanyak. Beberapa kategori yang sukses memberikan Piala Citra antara lain:
• Pemeran Pendukung Pria Terbaik — Omara Esteghlal
• Pengarah Sinematografi Terbaik — Ical Tanjung, I.C.S.
• Penata Efek Visual Terbaik — Abby Eldipie dkk.
• Penata Musik Terbaik — Aghi Narotama
• Penata Rias Terbaik — Novie Ariyanti
Apa pun kontroversi di baliknya, selamat untuk para pemenang FFI 2025!