Pejuangkantoran.com – Pandawara Group menginisiasi dan mengajak warga patungan membeli hutan Indonesia untuk mencegah alih fungsi lahan. Inisiasi dan ajakan ini mendapatkan respon yang luas dan luar biasa oleh publik.
Seperti yang disampaikan oleh tribunnews.com, dua influencer, yaitu Denny Caknan dan King Abdi siap donasi masing-masing Rp1M dan Rp500 juta. Bahkan dari aku IG @sucsesclipper menyebutkan bahwa Denny Sumargo juga siap donasi Rp1M untuk itu.
Sambutan positif dari netizen di kolom komentar IG ini juga ramai. Seperti yang disampaikan oleh akun @rizkyputra_ramadhan yang memberikan komentar “Saya 20k bukan soal nominal tapi soal tanggung jawab saya sebagai masyarakat atas rusak nya alam.”
Gerakan seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru. Sudah banyak gerakan serupa yang pada intinya adalah gerakan membeli hutan/lahan untuk diselamatkan karena fenomena global yang sama terus terjadi di berbagai negara.
Gerakan-gerakan ini muncul antara lain karena didorong oleh:
- Munculnya eco-anxiety dan kepedulian iklim generasi muda
Generasi muda di seluruh dunia merasakan bencana lingkungan seperti banjir bandang, kekeringan, polusi, kebakaran hutan, hilangnya keanekaragaman hayati
Anak-anak muda ini tidak ingin hanya menjadi penonton. Membeli hutan adalah bentuk aksi konkret yang dirasa punya dampak langsung.
- Model crowdfunding memudahkan gerakan seperti ini
Dengan crowfunding jauh lebih mudah dan cepat dalam mengumpulkan dana donasi. Apalagi ketika didukung dengan teknologi yang memudahkan akses dan tindakan (action).
Gerakan Global yang Mirip
Beberapa gerakan di wilayah lain yang semangatnya sama adalah:
1. The Nature Conservancy (TNC) – “Buy the Land to Save It” Model
Negara: Amerika Serikat, Global
Cara kerja: Organisasi menggalang dana publik untuk membeli hutan atau ekosistem rentan sebelum dibeli perusahaan tambang/kayu.
Contoh: Pembelian hutan Montana, hutan hujan Belize, dan ribuan hektar habitat penting di AS dan Amerika Latin.
2. Rainforest Trust – Public Donation to Buy Forests