PejuangKantoran.com - Setelah melalui berbagai tahap seleksi, dari Seleksi Administrasi, Pengajuan Sanggah, Seleksi Bakat Skolastik, dan Seleksi Substansi, akhirnya 2.511 orang lolos sebagai Calon Penerima Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025.
Mereka yang lolos tahap akhir (Seleksi Substansi), berhasil memegang tiket beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), baik yang sudah memiliki LoA (Letter of Acceptance) maupun yang masih mencari kampus.
Dengan lolos sebagai CPB LPDP, artinya mereka berhasil mengungguli 37.459 pendaftar Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025 yang seleksinya berlangsung ketat.
Baca Juga: Begini Tren Rekrutmen 2026, usai Perusahaan Beralih dari CV Tradisional atau CV Buatan AI
Mereka berhak mendapat fasilitas pendanaan beasiswa secara penuh untuk bisa berkuliah jenjang S2 atau S3, di dalam maupun di luar negeri.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso menekankan bahwa beasiswa LPDP merupakan amanah dari Dana Abadi di Bidang Pendidikan. Karena itu, integritas adalah hal utama yang menjadi pegangan para awardee.
"Sekarang tantangan ada di Anda semua. Manfaatkan kesempatan dan persiapkan seleksi dengan baik agar yang lolos adalah yang terbaik dan dapat dipercaya memajukan bangsa,” ujar Dwi, dalam acara penyambutan yang digelar online pada Senin (8/12/2025) siang.
Jumlah pendaftar tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk mendaftar beasiswa LPDP meningkat setiap tahunnya. Jadi, para CPB harus memanfaatkan kesempatan mengenyam pendidikan gratis ini sebaik-baiknya.
“Pendaftar LPDP semakin tahun semakin meningkat. Dari tahun 2022 kalau dilihat itu dari 25.000, 33.000, 52.000, dan sekarang (2025) 78.000-an itu kenaikan yang sangat signifikan. Dan juga karena memang program beasiswa kita semakin beragam,” tambah Dwi.
Bidang STEM diutamakan
Baca Juga: Mie Gacoan Membuka Lowongan Kerja Creative Manager buat yang Biasa Kerja dengan Pace Cepat
Seperti diketahui, saat ini LPDP mengalokasikan kuota lebih besar pada penerima beasiswa untuk bidang STEM ((Science, Technology, Engineering, and Mathematic).
Talenta di bidang STEM sangat dibutuhkan Indonesia untuk menangani tren kebutuhan global seperti transisi energi, disrupsi digital, pangan, pertahanan, dan lainnya.
Berbagai sektor strategis tersebut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas nasional yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, kemajuan teknologi, hingga peningkatan kesejahteraan.
Sayangnya, masih sedikit mahasiswa yang punya minat pada rumpun keilmuan sains, teknologi, teknik, dan matematika tersebut.